M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) menjelaskan, dari informasi yang ia peroleh dari pihak kepolisian, kasus ini kemungkinan terjadi lantaran aksi skimming yaitu metode pencurian informasi yang didapat dari kartu ATM.
Cara skimming sendiri bisa dilakukan dengan memasang alat Electronic Data Capture (EDC) di mulut mesin ATM. "Kemungkinan lain, skimming tidak terjadi di mesin ATM karena BCA terkenal sangat ketat menjaga ATM-nya. Jadi bisa terjadi di tempat-tempat belanja," tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, setelah data dipegang pelaku, selanjutnya digandakan ke kartu ATM bodong. "Alat untuk skimming ini banyak dijual di pasaran harganya sangat murah terutama produk China, ada yg di bawah Rp 500 ribu, sudah termasuk software untuk membaca data kartu ATM dan alatnya punya kemampuan menulis ke kartu bodong, pelaku cukup mencari bahan baku kartu ATM kosong," jelasnya kepada detikINET, Rabu (20/1/2010).
Kasus skimming biasanya terjadi pada jenis kartu magnetic stripe. Entah kalau saat kejadian itu BCA masih menggunakan kartu ATM jenis magnetic stripe atau tidak. Tapi kalau di Jepang, semua mesin ATM sudah menolak kartu non-chip.
"Meski demikian kartu chip juga bisa digandakan, cuma perlu alat skimming yang lebih canggih dan masih mahal harganya," Didin menandaskan.
(ash/wsh)