Awalnya, Sussman masuk Israel via wilayah Taba, Mesir. Dalam blog, ia berkisah polisi perbatasan menginterogasinya 2 jam, lalu menembak Apple MacBooknya. Tindakan ini dilakukan terkait prosedur keamanan tingkat tinggi Israel seiring konflik dengan para negara tetangga.
"Mereka mengajukan banyak sekali pertanyaan. Apa kamu punya pacar? Apakah dia seorang Arab, Mesir atau Palestina? Mengapa kamu tinggal di Mesir dan bukan Israel?" tulis Sussman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Sussman mengaku tak diberi penjelasan apapun mengenai alasan perlakuan tersebut. "Aku tak tahu mengapa mereka menembak laptopku," tutur Sussman.
Menanggapi kejadian ini, otoritas Israel menjelaskan kalau hasil pemeriksaan di laptop sang siswa menunjukkan bahwa aparat perlu mengambil prosedur keamanan. Namun tak dijelaskan lebih jauh mengenai detail alasasnnya.
Beruntung, meski ditembak tiga kali, harddisk laptop Sussman berhasil diselamatkan. Bahkan,seperti dikutip detikINET dari Haaretz, Kamis (17/12/2009) otoritas Israel berjanji akan mengganti laptop tersebut. (fyk/faw)