Hart juga harus menjalani beragam progam sosial dan denda sebanyak US$1000. Menurut dokumen pengadilan di US District Court, Hart mengakui bahwa pada tahun 2008, ia mengkreasi akun Facebook dengan nama dan foto palsu, seolah-olah ia mengagungkan supremasi ras kulit putih.
Dilansir ThaiIndian dan dikutip detikINET, Jumat (4/12/2009), ia berpura-pura marah besar terkait terpilihnya Barack Obama sebagai presiden kulit hitam pertama AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman via Facebook ini mengundang perhatian biro investigasi Federal Bureau of Investigation (FBI). Setelah melalui proses investigasi, Hart ditangkap dan diseret ke pengadilan.
Jelas sebagian pihak terkaget-kaget karena tersangka ternyata juga orang Afro Afrika. Sepertinya dia berbuat ulah tersebut untuk menjelek-jelekkan orang kulit putih. (fyk/faw)