Ratusan mahasiswa itu ditanyai tentang berapa banyak SMS yang mereka kirimkan tiap harinya. Selain itu, para peneliti juga mensurvei mengenai pemetaan tubuh partisipan. Nah, hasil dari studi inilah terkuak hubungan antara tingginya pesan pendek yang dikirimkan dengan perasaan tidak nyaman yang dirasakan di bahu.
Mereka yang sering melakukan SMS-an akan cenderung lebih mengalami konsekuensi fisik. Bahkan, menurut hasil survei yang dipresentasikan di gelaran American Public Health Assn, risikonya menyerupai orang yang sering ada di depan komputer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi badan saat SMS-an, bahu yang dalam posisi tidak bergerak dan jari jemari yang berpindah dengan cepat, sama dengan posisi saat mengetik di komputer," tambahnya lagi.
Meskipun para peneliti menekankan bahwa butuh penelitian lebih mendalam mengenai hal tersebut, namun tak ada salahnya jika kita mewaspadai kekhawatiran efek samping dari berkirim pesan singkat tersebut, demikian seperti yang dilansir detikINET dari LaTimes, Sabtu(14/11/2009).
(sha/ash)