Demikian dikatakan Kemal Prihatman, Assistant Deputy IT Development Kementerian Negara Ristek di sela Global Conference on Open Source di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (26/10/2009).
"Penghematan yang bisa diambil dari Open Source itu diperkirakan sekitar 40 persen, tapi Ristek bisa hemat sampai 60 persen," tukasnya kepada beberapa wartawan, tanpa menjelaskan angka rincinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir itu sudah lebih dari 100 Pemda yang sudah bertanya ke kita (Ristek-red.) dan Kominfo seputar Open Source. Mulai dari ingin tahu proses migrasi sampai soal anggaran," ujar Kemal.
Sementara itu, Ditjen Aplikasi dan Telematika Depkominfo Ashwin Sasongko mengibaratkan, Open Source itu seperti air mineral. "Mengambilnya gratis dari pegunungan, tapi distribusi dan pengemasannya bayar," ujarnya di tempat yang sama.
Begitu pula Open Source, installnya gratis namun pelatihan dan maintenance-nya kena biaya. Jadi tidak sepenuhnya gratis, tandasnya. (ash/faw)