Ya, Indonesia termasuk dalam deretan negara-negara yang 'disalahkan' karena telah menyumbang lebih dari seperlima dari seluruh gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas manusia.
Indonesia, bersama dengan 6 negara lain yakni Australia, Brazil, Kamerun, Guyana, Meksiko dan Tanzania ditunjuk menjadi pilot project aksi ini dari tahun 2009-2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu-satunya cara untuk mengukur hutan secara efisien adalah dari luar angkasa," kata Jose Achache, direktur dari Group on Earth Observations (GEO).
Dilansir detikINET dari Reuters, Rabu (21/10/2009), selain Google dan GEO, aksi ini turut disokong oleh NASA, the European Space Agency (ESA) dan beberapa lembaga luar angkasa dari Jepang, Jerman, Italia, India dan Brasil. (sha/faw)