Jakarta -
Pemangkasan
budget dan pemutusan hubungan kerja akibat resesi ternyata sangat rawan pada keamanan data perusahaan. Dalam hal ini, email bisa menjadi teknologi yang paling berisiko. Lewat email, data penting perusahaan bisa diteruskan ke mana saja.
Perusahaan keamanan email, Proofpoint menyatakan, lebih dari sepertiga perusahaan menderita kebocoran data dikarenakan email. Angka "kecelakaan" ini naik 28% dibandingkan tahun 2008 lalu. Oleh karena itu, pencegahan terhadap kebocoran email ini juga turut meningkat.
detikINET kutip dari
V3, Rabu (12/8/2009), lebih dari setengah perusahaan telah mendisiplinkan staf pekerjanya akibat pelanggaran kebijakan penggunaan email. Bahkan, 31,6% di antaranya telah memecat karyawannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas apa hubungannya kebocoran email perusahaan dengan pemecatan karyawan? Ternyata, masih dari survei yang dilakukan perusahaan asal California itu, muncul fakta bahwa kenaikan aksi pemecatan itu mendorong para karyawan untuk mencuri informasi bekas tempat kerjanya itu. Sekitar 18% dari mereka bahkan telah diinvestigasi akibat kasus ini pada tahun lalu.
(sha/rou)