Dengan banyaknya kejadian tali kasih karena Facebook yang mempertemukan anggota keluarga yang terpisah, keluarga dari Gregory Hilman (21) berharap, usahanya ini akan membuahkan hasil.
Hilman, adalah seorang mahasiswa dan anak ketiga dari 4 bersaudara yang mengalami penyakit gangguan kejiwaan dan kesulitan mental. Ia melarikan diri saat dipindahkan dari fasilitas kesehatan mental ke fasilitas lainnya, minggu lalu di dekat North Adams, Massachusetts, Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga optimistis, dengan kekuatan Facebook mengkoneksikan berbagai orang dari segala penjuru juga dengan layanan pesannya, situs ini akan berperan penting dalam pencarian ini.
Hal ini pun ditegaskan oleh Manager National Runaway Switchboard semacam LSM pencarian anak hilang, Jennifer Di Nicola yang mengatakan bahwa secara rutin ia melatih para orangtua untuk memakai Facebook jika mengalami kejadian serupa, karena ini merupakan cara terbaik.
Facebook turut ambil bagian melalui berbagai cara, seperti pelacakan lewat wall post atau komentar yang ada di dalamnya. Orangtua juga bisa mengecek siapa-siapa saja yang berhubungan dengan si subjek, atau melacaknya lewat foto terkini yang ia upload di akunnya.
"Dalam satu kejadian, seorang relawan berbicara pada saya bahwa orang tua bisa menerka-nerka keberadaan anaknya berdasarkan foto yang mereka posting di Facebook mereka," ujar Nicola lebih lanjut.
(sha/ash)