Ya, dalam sebuah kesempatan wawancara, Shaver menyamakan popularitas IE dengan epidemi penyakit malaria yang mewabah di benua Afrika. Ia menggarisbawahi bahwa meski banyak orang memiliki IE, kebanyakan dari mereka tidak memakainya secara aktif.
"Ini sama dengan popularitas malaria di Afrika. Banyak orang sudah menderita malaria dan banyak lagi yang bakal terkena, namun itu bukan berarti mereka memilih untuk menderita penyakit tersebut," tukas Shaver dengan nada bercandaΒ seperti dilansir TechRadar dan dikutip detikINET, Selasa (23/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Microsoft juga tak henti mempromosikan Internet Explorer 8 yang diklaimnya sebagai browser terbaik di pasaran. Bahkan belum lama ini, produsen software terbesar dunia itu membuat situs khusus yang menghadirkan bukti-bukti kalau IE lebih dahsyat ketimbang browser pesaing.
Seperti dilansir Ars Technica, situs bernama 'Windows Internet Explorer 8: Get the facts' itu memberi berbagai alasan mengapa konsumen sebaiknya memilih IE 8 dan bukan browser lainnya. (fyk/faw)