Peringatan tersebut dikeluarkan Interpol seiring kian mewabahnya serbuan spam (pesan sampah) dan situs-situs tidak jelas yang mengaku menyediakan informasi serta produk untuk menangkal virus yang telah merenggut ratusan nyawa itu.
"Segala macam email atau link situs ilegal yang ujung-ujungnya berisi penawaran terhadap produk tanpa izin atau yang palsu harus ditanggapi dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi," ujar juru bicara Interpol, seperti dikutip detikINET dari India Times, Rabu (6/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jean-Michel Louboutin, Executive Director of Police Services Interpol mengatakan, fenomena ini sudah jamak terjadi. Dimana, ada isu global yang menarik rasa takut dan penasaran warga dunia, sehingga secara tak sadar ia mengakses informasi yang salah.
"Seperti saat terjadinya ancaman dunia atau bencana alam, para penjahat kerap mengeksploitasi situasi tersebut untuk kepentingan finansial mereka dengan memanfaatkan rasa takut masyarakat yang peduli dengan keselamatannya," tandasnya. (ash/faw)