Irving Hutagalung, Platform Strategy Manager Microsoft Indonesia, pun mengakui adanya pandangan negatif tersebut di kalangan penggiat IT Tanah Air. "Tapi kita malah ingin menghilangkan perspektif berseberangan tersebut," ujarnya kepada detikINET.
Buktinya, lanjut Irving, kerja sama antar Microsoft dan komunitas Open Source sudah beberapa kali terjalin. Bahkan, keduanya dikatakan suka membuat acara bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Microsoft Indonesia sendiri tak ingin terus terhanyut dengan anggapan miring tersebut. Mereka lantas coba untuk merajut hubungan baik dengan komunitas Open Source dengan membangun 'jembatan' penghubung teknologi antar keduanya.
'Jembatan' yang dimaksud adalah Microsoft Open Source Interoperability Laboratory (OSIL) yang dibangun di Universitas Indonesia.
Fokus utama lab ini adalah untuk meningkatkan inovasi seputar interoperabilitas guna menciptakan atau meningkatkan kemampuan dari aplikasi-aplikasi Open Source untuk bekerja sama dengan produk-produk atau teknologi Microsoft.
"Kita memastikan bahwa komunitas Open Source bukan warga 'kelas dua' bagi Microsoft," tandasnya.
(ash/wsh)