Sebut saja si A. Pria paruh baya yang tak mau jati dirinya diungkap, mengaku pernah mem-booking artis cantik kelahiran Bali itu dengan tarif Rp 75 juta untuk sebuah kencan singkat di suatu hotel mewah di Jakarta.
Lain lagi dengan si B. Dia yang juga tak mau disebut namanya, berhasil nego minta tarif yang lebih murah. "Kami akhirnya setuju dengan tarif Rp 50 juta, dengan uang muka Rp 40 juta ditransfer langsung ke rekening dia."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu hasilnya? Keduanya geleng-geleng kepala. Hingga hari dan tempat yang dijanjikan, artis incaran mereka tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Ketika dihubungi ke nomor ponsel yang katanya milik Luna Maya, alasan yang didapat melulu tengah sibuk syuting.
Kejadian ini berulang beberapa kali sampai sang mucikari lalu menghubungi sang klien untuk menawarkan pengganti. "Memang, Mas. Luna itu masih sibuk syuting. Kalau mau cepat, yang ready stock saja. Bagaimana kalau Masayu, dia bisa empat puluh juta, kok," sebut si B menirukan sang germo yang mengaku bernama Ririn.
Kadung kecewa, keduanya memutuskan untuk batal transaksi. Ternyata, Luna Maya yang mereka booking bukan Luna Maya sungguhan. "Jangankan Luna Maya asli, yang aspal saja tidak muncul batang hidungnya."
Meski demikian, apes buat mereka karena duit tak bisa kembali. Untuk melapor polisi pun mereka malu. "Saya punya keluarga. Kasihan anak istri saya," demikian alasan klise keduanya. (rou/wsh)