Beberapa aplikasi open source akan diboyong ke instansi-instansi pemerintahan di Vietnam. Ini juga sebagai salah satu upaya pemerintah Vietnam untuk mengurangi penggunaan software bajakan.
Dikutip detikINET dari PCWorld, Minggu (11/1/2009), Menteri Komunikasi dan
Informasi telah menginstruksikan agar beberapa aplikasi seperti OpenOffice.org, Firefox, Thunderbird dan UniKey Vietnamese di-instal di kantor-kantor pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berhenti sampai di situ, penjual PC diminta tidak menginstal sofware bajakan untuk komputer yang digunakan di instansi pemerintahan. Hal ini dilakukan untuk menekan penggunaan software bajakan.
Sejak beberapa tahun terakhir Vietnam memang serius menggalakkan penggunaan software open source. Di tahun 2004, Vietnam membuat rencana empat tahun untuk kampanye pelatihan open source di universitas-universitas dan kantor-kantor pemerintahan .
Perusahaan outsourcing pengembang software Vietnam, VietSoft merupakan anggota Asianux, yakni konsorsium untuk mengembangkan Linux yang terdiri atas Red Flag China, Haansoft Korea Selatan dan Miracle Linux Jepang.
(faw/fyk)