"Monitoring diri sendiri amat penting untuk menurunkan berat. Namun baik anak-anak maupun orang dewasa sering gagal melakukannya dalam jangka panjang," kata Jennifer Shapiro, salah satu akademisi yang terlibat dalam studi.
Karena itu, para penderita obesitas harus bertahan pada aturan diet mereka agar bisa sukses. Biasanya untuk mengawasi perkembangan diet, digunakan perangkat tradisional seperti buku diari. Namun dalam penelitian ini, monitoring via SMS terbukti lebih efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka dibagi dalam 3 grup untuk memonitor aktivitas diet. Kelompok pertama memakai SMS, kelompok kedua memakai kertas dan kelompok terakhir tak melakukan monitoring sama sekali.
Kelompok yang memakai SMS maupun kertas harus melaporkan kemajuan per harinya pada tim peneliti. Khusus kelompok yang memakai SMS, mereka langsung mendapat balasan bernada motivasional agar terus melanjutkan diet dengan baik.
Benar saja, mereka yang memanfaatkan SMS lebih mampu mencapai target diet, yakni sebanyak 43 persen. Sementara yang memakai kertas angkanya 'hanya' 19 persen. Motivasi yang bisa dikirim instan via SMS rupanya terbukti ampuh agar anak tetap berniat melakukan diet mereka.
Sharing cerita soal layanan telekomunikasi? Gabung di detikINET Forum! (fyk/ash)