Strategi bundling BlackBerry sampai saat ini masih dianggap sukses menarik pelanggan untuk membeli produknya.
"Belum ada rencana untuk 'memerdekakan' BlackBerry, belum terpikirkan. Kami masih akan menjalankan strategi itu karena dianggap sukses," kata Gregory Wade, Regional Vice President Asia Pasific Research In Motion (RIM) di sela-sela peluncuran BlackBerry Bold di Pasific Place, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia, lanjut Wade, merupakan salah satu pasar yang strategis bagi BlackBerry. Salah satunya dengan adanya layanan prabayar dari para operator yang dapat menarik konsumen yang tidak hanya berasal dari kalangan high-end (menengah ke atas).
Keberadaan BlackBerry di Indonesia dinilai masih belum sempurna karena perusahaan yang berbasis di Waterloo ini masih belum memiliki service center di Indonesia. "Kami sedang mencari waktu yang tepat untuk membuat service center," kilahnya.
Anda pengguna BlackBerry? Sharing yuk di detikINET Forum. (ash/dwn)