Peluncuran program transliterasi aksara Batak ini dilakukan langsung oleh penemunya Prof. DR. Uli Kozok, seorang peneliti dari Hawaii University. Kozok menyatakan, dengan menggunakan program buatannya, tulisan yang menggunakan huruf latin secara otomatis bisa diubah menjadi beraksara Batak.
"Program Transtoba2 merupakan program komputer berbasis Java, dan dapat diaplikasikan sejumlah sistem termasuk Apple OS 10.5, MS Windows dan Vista," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inti program Transtoba2 adalah huruf komputer (font) TrueType Surat Batak yang dikembangkan Uli Kozok serta sebuah perangkat alogaritma yang dikembangkan bersama Leander Siege dan Kozok.
Transtoba2 mengatasi permaslahan yang dihadapi peneliti, antropolog, sejarawan dan semua kalangan dalam menggunakan font Surat Batak.
"Aksara Batak bukan merupakan abjad murni, tapi sebuah Abugida atau bentuk tulisan gratem yang terdiri dari konsonan yang diikuti oleh vokal 'a'," terang Kozok.
Kozok juga mengatakan, aksara Batak punya keunikan yang tidak terdapat pada Abugida Nusantara lain, seperti Surat Ulu dari Kerinci, Rejang, Lampung, Lemak atau Serawai.
Hampir 95 persen naskah Batak saat ini ada di luar negeri. Sedang sisanya ada di sejumlah tempat di Sumatera Utara. "Sedikitnya lima ratus sampai seribu naskah Batak ada di sejumlah museum di Belanda. Dengan program Transtoba2 ini, kita bisa menghindari kepunahan aksara Batak," Kozok menandaskan.
Punya atau tengah mencari software unik? Masuk saja ke detikINET Forum.
(rul/ash)