Proses 'menambang rezeki' dari ponsel tua ini dinamakan "Urban Mining". Caranya adalah dengan menghancurkan logam-logam berharga yang terkandung di ponsel, seperti emas, perak, tembaga dan sebagainya. Demikian seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (30/4/2008).
Logam berharga dari ponsel tua tersebut dapat dijual dengan harga mahal. Tentunya bisa dibayangkan keuntungan yang bisa diraih dari penjualan logam tersebut. Namun, sebaiknya proses Urban Mining ini dipercayakan kepada pihak yang berkompeten, untuk mencegah bahaya yang mungkin terjadi saat proses penghancuran logam, misalnya keracunan logam berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penuturan Sekigawa, dari satu ton rongsokan ponsel dapat dihasilkan sekitar 150 gram emas. Dari jumlah yang sama, juga dapat dihasilkan sekitar 100 kilogram tembaga dan sekitar 3 kilogram perak. Bandingkan dengan rata-rata 5 gram emas yang didapatkan dari satu ton bongkahan batu di tambang emas konvensional.
Negeri Sakura, karena keterbatasan sumber daya alam dan meningkatnya industri elektronik, telah mulai serius menggeluti usaha daur ulang ini. Bagaimana dengan Indonesia? Diskusikan dalam thread khusus di detikINET Forum.
(faw/wsh)