Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Axioo 'Sehidup Semati' dengan Intel

Axioo 'Sehidup Semati' dengan Intel


- detikInet

Jakarta - Produsen notebook Axioo Internasional merilis 4 tipe produk terbarunya yang disebut, Zetta. Mereka lebih menonjolkan sisi fashion dan lifestyle pada produk tersebut.

Menurut Managing Director Axioo International, Stephen Lim, pihaknya serius menggarap notebook fashion. Sebab, segmen tersebut memberi kontribusi 20%-30% dari total penjualan Axioo di Indonesia pada 2007 yang mencapai 10 ribu unit.

Sayangnya, tahun ini Stephen enggan menyebut target mereka. Namun, Product and Marketing Axioo International Yustina mengatakan, mereka menargetkan market share sebesar 5% untuk di tanah air. "Begitupun secara global," ujarnya, ketika acara peluncuran notebook terbaru Axioo di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (12/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia, lanjut Yustina, seperti diperkirakan IDC memiliki pasar notebook mencapai 700-800 ribu unit pada 2008. Dengan kata lain, jika target market share mereka 5%, maka target penjualan mereka adalah 35-40 ribu unit di 2008 atau digenjot 3-4 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk 2009, permintaan pasar notebook tanah air diprediksi naik 10%. Bahkan untuk global, pertumbuhannya meningkat 20%-25%. Indonesia dikatakan termasuk diantara negara yang mempunyai pertumbuhan yang menggembirakan, selain Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina.

Axioo sendiri mulai masuk pasar notebook pada 2004 lalu. Kala itu mereka hanya bermain di kawasan Indonesia dan Singapura. Nah pada tahun 2007, mereka mulai melebarkan sayap memasuki pasar global.

Sehidup Semati dengan Intel

Axioo membedakan keempat notebook terbarunya dengan tipe TEN, TEC, TLM dan TSJ. Semuanya diperkuat dengan prosesor Intel Core 2 Duo.

Untuk harga, tipe TEN dibanderol di kisaran Rp 6 juta, TLM Rp 7-8 juta sementara tipe TEC dan TSJ sekitar Rp 8 juta.

Axioo sepertinya sudah 'sehidup semati' dengan Intel. Bahkan mereka mengaku, kasus yang tengah melanda Intel terkait hak cipta Core 2 Duo tak akan mengganggu hubungan kedua perusahaan serta tak akan membuat mereka berpaling ke AMD, selaku pesaing utama Intel.

"Kami sangat dekat dengan Intel, sudah seperti suami istri. Jadi apapun yang terjadi, kami akan melaluinya bersama, entah itu ketika susah ataupun senang," tutup Stephen.


(ash/ash)





Hide Ads