Demi mendapatkan iPhone 18 Pro Max, M. Lutfi rela mengantre sejak sore hingga hanya sempat tidur 15 menit. Pria asal Bekasi Barat ini bahkan harus menunggu berjam-jam di pinggir jalan sebelum akhirnya berhasil menjadi salah satu pembeli paling awal HP terbaru Apple tersebut di Indonesia.
Lutfi sudah tiba di lokasi penjualan perdana iPhone 18 Series sejak Kamis (15/10/2026) pukul 18.00 WIB. Padahal, acara baru berlangsung keesokan harinya, Jumat (16/10) pagi.
Ia sengaja datang lebih awal karena sangat mengincar iPhone 18 Pro Max. Namun, perjuangannya tidak mudah. Lutfi harus menunggu di pinggir jalan selama sekitar delapan jam sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke area acara pada pukul 02.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari jam enam sore kemarin. Karena kita baru masuknya jam dua. Jadi nunggu dulu untuk iPhone ini," ujar Lutfi kepada detikINET, Jumat (16/10/2026).
Setelah masuk, perjuangannya ternyata belum selesai. Lutfi masih harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari registrasi, pemeriksaan berkas, hingga kembali mengantre bersama calon pembeli lainnya.
"Baru bisa masuk ke sini, antre lagi, antre lagi, antre lagi," ceritanya.
Saking panjangnya proses antrean, Lutfi mengaku hanya sempat tidur sekitar 15 menit. Itu pun dilakukannya setelah berada di dalam ruangan karena kondisi di luar cukup panas.
"Tidur pas sudah masuk ke dalam. Karena kan posisinya di luar agak lumayan panas. Aku tidurnya pas sudah di dalam, cuma 15 menit," ungkapnya.
Meski harus mengorbankan waktu istirahat, perjuangan Lutfi akhirnya terbayar. Ia berhasil mendapatkan nomor antrean kedua dalam acara penjualan perdana iPhone 18 Series.
"Jujur senang karena dapat urutan kedua. Kita harus adu antre sama yang lain. Jujur senang banget sih bisa dapat antrean nomor kedua," katanya.
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Upgrade iPhone 18 Pro Max Demi Hiking
Menariknya, Lutfi punya alasan tersendiri memilih iPhone 18 Pro Max. Bukan sekadar ingin mengikuti tren, ia membutuhkan kamera lebih mumpuni dan baterai yang tahan lama untuk menunjang hobinya, yakni hiking atau mendaki gunung.
Sebelumnya, Lutfi menggunakan iPhone 16. Ia memutuskan beralih ke iPhone 18 Pro Max karena ingin meningkatkan kualitas foto dan video yang diambil selama menjelajahi alam.
"Karena aku suka hiking. Makanya aku butuh yang kameranya lebih proper lagi. Makanya aku ambil iPhone 18 Pro Max, plus sama baterainya," jelasnya.
Menurut Lutfi, aktivitas hiking terkadang berlangsung selama dua hingga tiga hari. Karena itu, daya tahan baterai menjadi salah satu pertimbangan penting agar ponselnya bisa digunakan lebih lama selama perjalanan.
Ia juga menyadari perpindahan dari iPhone 16 ke iPhone 18 Pro Max akan membawa perubahan cukup besar, terutama dari segi ukuran perangkat.
"Signifikan, sudah pasti signifikan. Karena biasanya megang kecil, sekarang lebih besar. Cuma aku lebih fokusnya ke kamera sama baterainya sih, biar lebih awet," tuturnya.
Selain untuk komunikasi, iPhone barunya akan digunakan untuk mengabadikan berbagai momen pendakian, baik dalam bentuk foto maupun video.
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET |
Terpikat iPhone 18 Pro Max Hitam
Lutfi memilih iPhone 18 Pro Max berwarna hitam. Menariknya, warna tersebut juga digunakan pada iPhone 16 miliknya sebelumnya.
Meski sama-sama hitam, Lutfi merasa warna pada iPhone terbaru ini terlihat lebih pekat dan solid setelah menjajal perangkat secara langsung.
"Feel warna hitamnya sih lebih solid dibandingkan sebelumnya," katanya.
Selain warna, Lutfi turut menyoroti kemampuan kamera iPhone 18 Pro Max, khususnya efek bokeh atau latar belakang buram pada foto yang menurut kesan awalnya terasa berbeda dibandingkan perangkat sebelumnya.
Bagi Lutfi, pengalaman mengantre sejak sore hingga akhirnya mendapatkan iPhone incarannya menjadi momen yang berkesan. Terlebih, ini merupakan kali pertama dirinya mengikuti langsung acara penjualan perdana iPhone.
"Overall seru, karena ini pertama kali aku datang ke launching iPhone 18 Pro. Overall bagus," ujarnya.
Ia pun mengaku puas setelah menunggu semalaman berbuah hasil manis. Dia tidak hanya mendapatkan posisi antrean kedua, perjuanganya diganjar MacBook Neo sebagai hadiah.
"Senang banget, karena aku melawan ratusan orang di luar sana. Aku senang banget sih bisa dapat antrean nomor kedua," pungkas Lutfi.

