Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Samsung Kuasai Pasar Smartphone Global, Dibantu Galaxy Z Fold 8

Samsung Kuasai Pasar Smartphone Global, Dibantu Galaxy Z Fold 8


Virgina Maulita Putri - detikInet

Samsung Galaxy Z Fold8
Samsung Galaxy Z Fold 8. Foto: Samsung
Jakarta -

Pengapalan smartphone turun 20% dari tahun ke tahun pada kuartal ketiga tahun 2026, menurut laporan terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Research. Samsung menjadi satu-satunya brand Android yang berhasil meningkatkan pangsa pasarnya pada periode tersebut.

Data terbaru Counterpoint menunjukkan Samsung masih menguasai pasar ponsel global Q3 2026 dengan meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 23% dari 19% pada tahun sebelumnya.

Counterpoint mengaitkan keberhasilan Samsung dengan permintaan awal terhadap Galaxy Z Fold 8 yang tinggi, serta harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan pertumbuhan pendapatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga mencatat strategi premiumisasi dan peluncuran Galaxy Z series baru yang kuat berkontribusi pada kinerja baik Samsung, meskipun pengiriman menurun 3% dalam periode waktu yang sama.

Samsung ditempel ketat oleh Apple yang berada di posisi kedua. Produsen iPhone ini berhasil meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 23% meskipun angka pengirimannya turun dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

Vendor ponsel Android lainnya di peringkat lima besar mengalami penurunan pangsa pasar dan pengiriman secara signifikan. Xiaomi mencatat penurunan pengiriman lebih dari 30% pada Q3 2026, dan pangsa pasarnya turun menjadi 10%.

Oppo dan Vivo juga mencatat penurunan pengiriman lebih dari 20% dari tahun ke tahun, dengan pangsa pasar mereka masing-masing turun menjadi 9% dan 8%.

Counterpoint memperkirakan sisa tahun 2026 tetap menjadi periode yang menantang bagi vendor smartphone karena harga komponen seperti DRAM dan NAND yang naik signifikan. Vendor membebankan kenaikan biaya komponen kepada konsumen sehingga mendorong kenaikan harga ritel smartphone global sebesar 20% pada tahun 2026.

Konsumen lebih memilih untuk mempertahankan ponselnya lebih lama dan tidak buru-buru upgrade, sambil mempertimbangkan perangkat rekondisi. Sementara itu vendor memprioritaskan profitabilitas dengan memangkas produksi, menyesuaikan portofolio, dan fokus ke perangkat premium.

"Q3 adalah kuartal kedua berturut-turut yang merasakan dampak penuh krisis memori. Kelangkaan memori yang ekstrem mendorong pasar smartphone ke fase yang lebih selektif, mengubah strategi OEM dan bahkan perilaku konsumen," kata Senior Analyst Counterpoint Shilpi Jain dalam laporannya.

"Hal ini menciptakan tekanan yang lebih besar di pasar massal, sementara permintaan premium tetap relatif kuat, memperlebar kesenjangan antara segmen premium dan segmen yang sensitif terhadap harga," sambungnya.



(vmp/vmp)




Hide Ads