Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Harga Laptop 2027 Terancam Naik, RAM dan Prosesor Jadi Penyebab

Harga Laptop 2027 Terancam Naik, RAM dan Prosesor Jadi Penyebab


Adi Fida Rahman - detikInet

Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar laptop
Harga Laptop 2027 Terancam Naik, RAM dan Prosesor Jadi Penyebab Foto: detik
Jakarta -

Konsumen yang berencana membeli laptop baru pada 2027 sepertinya harus menyiapkan anggaran lebih besar. Harga laptop tahun depan terancam naik akibat semakin mahalnya sejumlah komponen utama, mulai dari RAM, SSD, hingga prosesor.

Peringatan ini disampaikan perusahaan riset pasar TrendForce dalam laporan terbarunya. Kenaikan biaya komponen diperkirakan akan memaksa produsen laptop memilih antara menaikkan harga jual atau memangkas spesifikasi perangkat.

Menurut TrendForce, tekanan biaya produksi akan menjadi tantangan utama industri laptop pada 2027. Kondisi tersebut berpotensi memperlemah permintaan konsumen yang sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dalam laporan yang dirilis 8 Oktober 2026, TrendForce mencontohkan laptop kelas menengah dengan harga jual USD 900 atau sekitar Rp 15 jutaan. Pada kuartal III 2026, biaya prosesor, DRAM, dan SSD sudah menyumbang sekitar 68% dari total biaya material perangkat tersebut.

Artinya, kenaikan harga ketiga komponen tersebut akan memberikan tekanan besar terhadap biaya produksi laptop.

"Produsen menghadapi pilihan sulit. Menaikkan harga jual berisiko melemahkan permintaan, sementara menanggung kenaikan biaya akan menekan margin keuntungan," ungkap TrendForce dalam laporannya.

Pilihan lainnya adalah mengurangi spesifikasi, seperti kapasitas RAM, agar biaya produksi tetap terkendali. Namun, langkah tersebut berisiko membuat produk menjadi kurang kompetitif di pasaran.

AI Ikut Bikin RAM Mahal

Salah satu penyebab tekanan harga adalah tingginya permintaan memori untuk server kecerdasan buatan (AI). Produsen chip semakin banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI.

Akibatnya, pasokan DRAM untuk komputer pribadi berisiko mengalami pertumbuhan yang terbatas sepanjang 2027.

Sementara itu, pasokan NAND Flash yang digunakan pada SSD diperkirakan mulai membaik pada paruh kedua 2027 seiring bertambahnya kapasitas produksi.

Tekanan biaya juga terjadi pada komponen lain, seperti papan sirkuit cetak (PCB), kapasitor, dan chip pengelola daya. Kenaikan harga bahan baku serta persoalan geopolitik turut memperumit rantai pasokan.

Pasar Laptop 2027Pasar Laptop 2027 Foto: TrendForce

Penjualan Laptop 2027 Terancam Turun

TrendForce memperkirakan pengiriman laptop global pada 2027 akan turun dalam kisaran persentase satu digit rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, apabila harga DRAM dan prosesor tetap tinggi serta kenaikan biaya dibebankan kepada konsumen, penurunan pengiriman laptop bisa memburuk hingga kisaran satu digit tinggi.

Kenaikan harga juga berpotensi membuat konsumen menunda pembelian atau menggunakan laptop lama lebih lama.

Situasi ini berbeda dengan 2026, ketika pengiriman laptop masih terbantu oleh ketersediaan prosesor yang membaik dan pembelian lebih awal oleh produsen maupun konsumen.

TrendForce menilai produsen laptop akan semakin sulit mempertahankan harga jual, spesifikasi, dan keuntungan secara bersamaan pada 2027.

Meski demikian, kenaikan harga laptop belum menjadi kepastian untuk seluruh pasar, termasuk Indonesia. Besarnya perubahan harga akan bergantung pada strategi masing-masing produsen, kondisi pasokan komponen, dan perkembangan permintaan konsumen.



(afr/afr)






Hide Ads