Smartphone lama yang sudah tidak terpakai ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang tak terduga. Peneliti berhasil menyulap HP Android menjadi otak robot berkaki dua yang mampu berjalan, mengikuti manusia, bahkan bangkit sendiri setelah terjatuh.
Robot bernama PhoneBot ini dikembangkan oleh tim peneliti University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat. Berbeda dari robot humanoid pada umumnya yang membutuhkan perangkat komputasi dan sensor khusus, PhoneBot memanfaatkan kemampuan smartphone untuk mengendalikan gerakannya.
Dikutip dari Tech Xplore, Minggu (11/10/2026), PhoneBot memiliki tinggi sekitar 48 cm dengan bobot 1,8 kg, termasuk smartphone yang digunakan. Biaya perangkat kerasnya diperkirakan hanya USD 400 atau sekitar Rp 6,7 juta, belum termasuk harga HP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Smartphone dipasang pada bagian tubuh robot, tepat di atas pinggul. Kamera HP berfungsi untuk mengenali lingkungan dan melacak keberadaan manusia, sementara sensor geraknya membantu mengetahui posisi serta orientasi tubuh robot.
Tak hanya itu, prosesor smartphone menjalankan perangkat lunak yang mengatur gerakan. Perintah kemudian dikirim melalui Wi-Fi ke komputer kecil di dalam robot untuk diteruskan ke motor penggerak.
PhoneBot dibekali 13 motor, masing-masing enam pada setiap kaki dan satu untuk memutar bagian tubuhnya. Dengan mekanisme tersebut, robot bisa menggerakkan kamera ke samping tanpa harus memindahkan kakinya.
Menariknya, peneliti tidak menggunakan smartphone flagship terbaru. Mereka menguji PhoneBot dengan empat HP Android berbeda, yakni Honor 9 keluaran 2017, Moto G 2024, Moto G 2025, dan Samsung Galaxy A16 5G.
Demonstrasi fisik menunjukkan PhoneBot berjalan (a), melacak seseorang dengan kameranya (b), dan bangkit dari posisi telungkup (c). Foto: arXiv |
Keempat perangkat tersebut berhasil menjalankan fungsi utama robot, termasuk penginderaan, pengendalian gerakan, dan penglihatan berbasis kamera. Namun, Honor 9 tidak dapat menjalankan fitur pemetaan karena layanan Google yang dibutuhkan tidak tersedia.
Dalam demonstrasi, PhoneBot berhasil berjalan dengan dua kaki, mengikuti pergerakan seseorang menggunakan kamera, serta berdiri kembali dari posisi tengkurap.
Meski demikian, kemampuannya masih terbatas. PhoneBot belum memiliki lengan dan sistem geraknya baru dilatih untuk berjalan di permukaan datar. Motor berbiaya rendah yang digunakan juga membatasi beban serta intensitas gerakannya.
Peneliti berencana mengembangkan kemampuan robot agar dapat berjalan di permukaan tidak rata dan menambahkan lengan ringan untuk memanipulasi benda.
PhoneBot dikembangkan sebagai platform open-source yang bisa dipelajari dan dimodifikasi. Harapannya, teknologi ini dapat membuat penelitian robotika lebih terjangkau bagi mahasiswa, pengajar, dan peneliti tanpa harus membeli sistem robot mahal.


