Xiaomi 18 Pro Series dipastikan tidak akan eksklusif untuk pasar China. Founder dan CEO Xiaomi Lei Jun mengonfirmasi bahwa ponsel flagship terbarunya itu akan dipasarkan secara global tahun ini. Lantas, apakah Indonesia ikut kebagian?
Kepastian peluncuran global Xiaomi 18 Pro Series disampaikan langsung Lei Jun melalui akun X miliknya. Ia mengatakan banyak pengguna global yang sudah menantikan kehadiran ponsel tersebut.
"Pengguna global kami telah meminta ini, dan ini akan segera hadir. Xiaomi 18 Pro Series akan mendunia tahun ini," tulis Lei Jun dalam unggahannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lei Jun tidak mengungkap negara mana saja yang akan menjadi tujuan Xiaomi 18 Pro Series maupun tanggal peluncurannya. Namun, konfirmasi ini menarik karena Xiaomi mengubah strategi yang diterapkan pada generasi sebelumnya.
Pada Xiaomi 17 Series, Xiaomi 17 Pro dan Xiaomi 17 Pro Max hanya dipasarkan di China. Hanya Xiaomi 17 reguler yang dibawa ke pasar global. Kini Xiaomi memastikan lini Pro generasi terbarunya ikut keluar dari China.
Xiaomi 18 Pro Series sendiri terdiri dari Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max. Keduanya baru saja diperkenalkan di China dengan chipset terbaru Qualcomm.
Bagaimana dengan Indonesia?
Meski Xiaomi belum mengumumkan daftar negara yang akan kebagian Xiaomi 18 Pro Series, tanda-tanda kehadiran keluarga Xiaomi 18 di Indonesia sebenarnya sudah terlihat.
Dua perangkat Xiaomi sebelumnya muncul di database Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian. Keduanya memiliki nomor model 2611FPNFAG dan 2609BPN61G.
Kedua perangkat tercatat atas nama PT Xiaomi Technology Indonesia sebagai smartphone 5G dengan nilai TKDN 37,84%.
Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Foto: Xiaomi |
Nomor model 2611FPNFAG diyakini sebagai Xiaomi 18 versi global, sedangkan 2609BPN61G mengarah pada Xiaomi 18 Pro Max. Nomor model yang sama sebelumnya juga terpantau dalam database Eurasian Economic Commission (EEC). Namun, Xiaomi sendiri belum mengonfirmasi nama komersial kedua nomor model tersebut.
Artinya, sejauh ini Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max memberikan indikasi paling kuat bakal dipasarkan secara resmi di Indonesia.
Menariknya, Xiaomi 18 Pro justru belum terlihat dalam database P3DN Kemenperin. Padahal Lei Jun sudah memastikan Xiaomi 18 Pro Series, yang mencakup model Pro dan Pro Max, akan tersedia secara global tahun ini.
Belum diketahui apakah Xiaomi 18 Pro akan menyusul proses sertifikasi di Indonesia atau Xiaomi memilih hanya membawa Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max ke Tanah Air.
Spesifikasi Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max
Xiaomi 18 Pro mengusung Snapdragon 8 Elite Gen 6, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya merupakan chip flagship Qualcomm berbasis proses fabrikasi 2 nm.
Xiaomi 18 Pro dan Pro Max punya layar belakang untuk menampilkan notifikasi dan berbagai elemen personalisasi Foto: Xiaomi |
Xiaomi 18 Pro membawa layar AMOLED sekitar 6,4 inch, sedangkan Pro Max berukuran 6,9 inch. Panel LTPO tersebut menawarkan refresh rate adaptif 1-120 Hz dan kecerahan puncak hingga 4.000 nit. Keduanya turut dibekali layar sekunder di bagian belakang untuk menampilkan notifikasi dan berbagai elemen personalisasi.
Untuk daya, Xiaomi 18 Pro dibekali baterai 7.000 mAh, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max memiliki kapasitas lebih jumbo mencapai 8.500 mAh. Keduanya mendukung fast charging kabel 100W dan wireless charging 50W.
Salah satu daya tarik utama Xiaomi 18 Pro Series ada di sektor fotografi. Xiaomi membekali kedua model dengan tiga kamera belakang hasil kolaborasi dengan Leica.
Kamera utamanya memiliki resolusi 200 MP menggunakan sensor Light Hunter 960 berukuran 1/1,28 inch dan aperture f/1.67. Kamera ini dilengkapi optical image stabilization (OIS), dengan klaim stabilisasi hingga tujuh stop berdasarkan standar CIPA.
Kamera Xiaomi 18 Pro dan Pro Max Foto: Xiaomi |
Kamera kedua tak kalah menarik, yakni telephoto 200 MP dengan sensor 1/1,56 inch, aperture f/2.4 dan optical zoom 3,2x. Melengkapinya terdapat kamera ultrawide 50 MP dengan bidang pandang 102 derajat.
Xiaomi juga membawa sistem pemrosesan gambar baru bernama Legendary Moment. Teknologi berbasis AI ini dirancang untuk menghadirkan karakter foto layaknya kamera profesional, termasuk gaya yang meniru tampilan sensor CCD klasik. Pemrosesan berbasis cloud turut digunakan untuk mengurangi pantulan, noise dan meningkatkan kejernihan foto.
Di China, Xiaomi 18 Pro dibanderol mulai 5.999 yuan atau sekitar Rp 14 jutaan berdasarkan konversi langsung, sedangkan Xiaomi 18 Pro Max mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp 16 jutaan. Harga versi global kemungkinan berbeda karena pajak dan kebijakan masing-masing negara.
(afr/afr)




