×
Ad

GPU Bekas Tambang Kripto Disulap untuk Gaming

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 21 Sep 2026 09:15 WIB
GPU Bekas Tambang Kripto Disulap untuk Gaming Foto: Dok. Techspot
Jakarta -

Komunitas modder dan pengembang open-source Linux mendaur ulang graphics processing unit (GPU) bekas penambangan kripto, AMD BC-250. Kartu akselerator yang menggunakan silikon racikan konsol PlayStation 5 (PS5) tersebut kini berhasil dioptimalkan untuk menjalankan teknologi upscaling dan frame generation terbaru, AMD FidelityFX Super Resolution 4 (FSR 4).

AMD BC-250 pertama kali meluncur pada 2022 sebagai bagian dari rig penambangan kripto buatan Asrock. Pasca-meredupnya demam cryptocurrency, GPU ini marak dijual dengan harga sangat terjangkau di pasar bekas seperti eBay.

Daya tarik utama GPU ini terletak pada arsitektur bawaannya:

  • Basis Silikon Oberon: AMD BC-250 dirancang dari chipset berkode "Oberon" berbasis arsitektur RDNA 2--teknologi pemrosesan silikon yang sama dengan konsol Sony PlayStation 5 maupun kartu grafis PC Radeon RX 6000 series.
  • Pembukaan Komputasi Penuh: Sebelum fitur FSR 4 berhasil disematkan, komunitas modder telah lebih dulu membobol pembatasan pabrik dengan mengaktifkan seluruh 40 Compute Units (CU) RDNA 2 pada kartu ini, dari konfigurasi standar yang awalnya hanya memfungsikan 24 CU.

Integrasi FSR 4 Lewat Berkas DLL Praktis

Proyek optimasi terbaru (fork BC250 FSR4 versi 4.0.0-rc9) berhasil mengemas teknologi FSR 4 ke dalam berkas DLL Windows x64 yang praktis. Pengguna kini dapat langsung memasukkan satu berkas DLL ini ke dalam direktori gim yang mendukung FSR secara native, atau menggunakannya lewat proyek manipulasi upscaler seperti OptiScaler.

Hasil pengujian pada lingkungan sistem operasi Linux menunjukkan bahwa penggunaan fitur upscaling FSR 4 pada AMD BC-250 sanggup memangkas beban kerja render 3D secara signifikan. Peningkatan performa paling optimal tercatat pada skenario eksekusi resolusi 2560×1440 (1440p) menggunakan input resolution mode "Quality" (1706×960) tanpa mengorbankan ketajaman kualitas gambar.

Kendati pengujian fitur frame generation dan kompatibilitas di sistem operasi Windows masih terus dikembangkan, eksperimen ini membuktikan tingginya kreativitas komunitas open-source dalam memberikan "kehidupan kedua" pada perangkat keras bekas agar dapat menjalankan fungsi gaming modern di luar peruntukan awalnya, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (21/9/2026).



Simak Video "Kamera HP, Tapi Hasilnya Nggak Kaleng-Kaleng"

(asj/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork