Demi mendapatkan iPhone 18 Pro Burgundy di hari pertama penjualan, Apple enthusiast asal Indonesia, Bagus Hernawan, terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia. Selain meneruskan tradisi berburu iPhone terbaru, ada alasan lain di balik pilihannya: harganya lebih murah dibandingkan Singapura.
Bagus menyambangi Apple The Exchange TRX untuk mengambil iPhone 18 Pro Burgundy 512 GB yang sudah dipesannya sejak 12 September. Ponsel tersebut dibanderol 6.499 ringgit atau sekitar Rp 28,8 juta.
Menurut perhitungannya, model yang sama jika dibeli di Singapura harganya sekitar Rp 30,6 juta. Artinya, ada selisih hampir Rp 2 juta, belum termasuk tiket pesawat dan hotel yang menurut Bagus juga lebih murah di Malaysia.
"Sama biar gantian aja, tahun lalu 17 Pro udah ke Singapura," kata Bagus kepada detikINET, Jumat (18/9/2026).
Awalnya Bagus mempertimbangkan kapasitas penyimpanan lebih besar. Namun kenaikan harga membuatnya menjatuhkan pilihan pada versi 512 GB.
"Karena yang 1 TB harganya naik banyak. Jadi tahun ini downgrade dikit ke 512," ungkapnya.
Antrean Mengular Sejak Subuh
Pada hari pertama penjualan, Bagus tiba di Apple The Exchange TRX sekitar pukul 07.15 waktu setempat. Namun, puluhan calon pembeli ternyata sudah lebih dulu berada di lokasi.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, orang-orang di barisan terdepan bahkan sudah mengantre sejak pukul 05.00.
Antrean di depan Apple Store dibagi menjadi tiga jalur, yakni influencer atau tamu undangan, pelanggan yang mengambil pesanan online (pickup order), dan pembeli walk-in.
Saat Bagus tiba, antrean pengambilan pesanan sudah diisi sekitar 20 orang. Sementara itu, antrean walk-in jauh lebih panjang dan diperkirakan mencapai 100 orang.
"Untuk yang pickup udah sekitar 20 orang. Yang walk-in panjang banget, ada 100 orang mungkin," ujarnya.
Tepat pukul 08.00, Apple Store mulai dibuka. Para pembeli yang sudah menunggu sejak pagi disambut kemeriahan staf Apple.
Simak Video "Video Bocoran iPhone Fold dan 18 Pro yang Bakal Rilis September 2026!"
(afr/afr)