Ada yang berbeda dalam peluncuran HP lipat terbaru Samsung tahun ini. Untuk pertama kalinya sejak merintis segmen foldable pada 2019, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut menyematkan nama "Ultra" pada lini Galaxy Z Fold melalui Galaxy Z Fold8 Ultra.
Samsung menggunakan nama Galaxy Z Fold8 Ultra untuk menandai pengalaman tertinggi pada HP lipatnya. Predikat tersebut merepresentasikan peningkatan menyeluruh pada desain, durabilitas, performa, kamera, baterai, pengisian daya, dan Galaxy AI.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan standar Ultra yang sebelumnya identik dengan Galaxy S Ultra kini dibawa ke lini Galaxy Z.
"Untuk pertama kalinya kami meluncurkan Ultra Series pada Z Fold. Tidak hanya sekadar positioning nama Ultra itu sendiri, tetapi experience Ultra itu benar-benar kami bawa ke Z Series tahun ini," ujar Ilham di Jakarta.
Menurut Ilham, nama Ultra bukan sekadar strategi pemasaran. Galaxy Z Fold8 Ultra diposisikan sebagai perangkat all-rounder untuk power user yang membutuhkan performa tinggi, multitasking maksimal, kamera mumpuni, dan daya tahan lebih lama.
Kenapa Galaxy Z Fold8 Layak Disebut Ultra?
Ada tiga peningkatan utama yang menjadi alasan Samsung memberi nama Galaxy Z Fold8 Ultra.
1. Kamera Setara Galaxy S Ultra
Galaxy Z Fold8 Ultra membawa konfigurasi tiga kamera belakang yang diklaim setara dengan lini Galaxy S Ultra. Kamera utamanya beresolusi 200 MP, dipadukan kamera telefoto 10 MP dan kamera ultra-wide 50 MP.
Peningkatan kamera ultra-wide tersebut diklaim mampu menghasilkan tangkapan detail hingga empat kali lebih baik. Konfigurasi ini sekaligus menjawab anggapan bahwa kamera HP lipat masih tertinggal dibandingkan smartphone flagship konvensional.
"Pemberian nama Ultra bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan representasi dari experience tertinggi yang kami berikan secara menyeluruh, termasuk konfigurasi kamera yang kini setara dengan lini S Ultra," jelas Ilham.
Galaxy Z Fold8 Ultra turut menawarkan fitur My Fan Cam berbasis Galaxy AI. Pengguna dapat merekam seluruh panggung saat menonton konser atau pertandingan, kemudian memilih sosok yang ingin difokuskan ketika menyunting video.
Galaxy AI akan mendeteksi dan mengikuti pergerakan subjek secara otomatis. Agar hasil crop tetap tajam dan mulus, Samsung menyarankan pengguna merekam dalam resolusi UHD atau 4K dengan frame rate 60 fps, atau minimal 30 fps.
2. Bodi Tipis dengan Flex Titanium
Meski membawa spesifikasi kelas Ultra, ketebalan Galaxy Z Fold8 Ultra ketika dibuka hanya 4,1 mm. Samsung menyebutnya sebagai HP lipat tertipis yang pernah mereka buat.
Ketipisan tersebut dipadukan dengan teknologi Flex Titanium Display dan Flex Titanium Flow pada lapisan layar. Teknologi ini diklaim membuat mekanisme buka-tutup perangkat terasa lebih kokoh, nyaman, dan tahan lama.
"Experience Ultra itu benar-benar kami bawa ke Z Series tahun ini. Bukan hanya dari satu aspek, melainkan pengalaman tertinggi yang kami berikan secara menyeluruh," ujar Ilham.
3. Performa dan Baterai Lebih Tinggi
Galaxy Z Fold8 Ultra ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang diklaim menawarkan peningkatan kecepatan hingga 21%. Perangkat ini juga dibekali baterai 5.000 mAh dengan teknologi silicon-carbon.
Kecepatan pengisian dayanya meningkat dari 25W pada generasi sebelumnya menjadi 45W melalui Super Fast Charging 2.0. Kombinasi tersebut membuat Galaxy Z Fold8 Ultra menawarkan baterai lebih besar dan pengisian lebih cepat tanpa mengorbankan desain tipis.
"Nama Ultra merepresentasikan chipset terkuat, kapasitas baterai yang lebih besar, pengisian daya lebih cepat, serta konfigurasi kamera yang kini setara dengan lini S Ultra," ungkap Ilham.
Simak Video "Video: 5 Hal yang Bikin Galaxy Z Fold8 Ultra Layak Pakai Nama Ultra"
(afr/afr)