"Prosesor ini merupakan prosesor pertama yang diproduksi menggunakan teknologi 45 nm, yang dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi penggunaan daya," ujar Adesh Gupta, Regional Platform Architecture Manager, Server Platforms Group Intel Asia Pasifik di acara Peluncuran Teknologi 45 nm di Menara Jamsostek, Selasa (20/11/2007).
Saat ini, lanjut Adesh, prosesor tersebut diproduksi di pabrik D1D yang berbasis di Oregon, dan di Fab 32, Arizona. Sekedar perbandingan, 45 nm merupakan ukuran yang jauh lebih mini daripada rambut manusia (90.000 nm), dan bahkan lebih mungil daripada ukuran bakteri (2000 nm). Kendati mungil, namun produk ini diklaim memiliki kekuatan yang luar biasa dibanding pendahulunya, teknologi 65 nm. Yakni mampu meningkatkan jumlah muatan transistor hampir dua kali lebih banyak sehingga kerjanya lebih efisien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terobosan penting dalam produk ini adalah penggunaan formula transistor yang benar-benar mampu menghilangkan kebocoran listrik," tandas Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia. (dwn/dwn)