×
Ad

Microsoft Paksa Pengguna Update Windows 11 Pakai Bantuan AI

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 10 Apr 2026 12:10 WIB
Foto: Microsoft
Jakarta -

Microsoft kembali membuat keputusan kontroversial di tengah kacaunya sistem pembaruan Windows belakangan ini. Perusahaan pembuat software tersebut mengonfirmasi bahwa rilis besar terbaru Windows 11 akan dipaksakan kepada sebagian besar penggunanya.

Langkah ini memicu perdebatan karena mereka menyerahkan proses pembaruan yang sensitif ini kepada teknologi machine learning. Padahal teknologi kecerdasan buatan milik mereka sendiri masih sering dianggap belum sepenuhnya bisa diandalkan untuk tugas kritis.

Berdasarkan jadwal terbarunya, pembaruan Windows 11 versi 25H2 akan segera digulirkan ke semua perangkat. Sasaran utamanya adalah komputer yang masih menjalankan versi 24H2 untuk edisi Home dan Pro.

Sistem operasi versi 24H2 sendiri dijadwalkan akan mengakhiri masa dukungannya pada 13 Oktober 2026 mendatang. Sementara itu versi 25H2 yang dirilis pada Oktober 2025 lalu rencananya akan terus didukung hingga 12 Oktober 2027.

Langkah ini jelas menunjukkan ambisi Microsoft untuk memindahkan sebanyak mungkin pengguna ke sistem operasi yang lebih baru. Perusahaan kini menggunakan pendekatan berbasis machine learning untuk mengunduh dan menginstal update tersebut secara otomatis.

Sistem ini akan berlaku untuk semua perangkat komputer yang memenuhi syarat. Pengecualian diberikan untuk perangkat komputer yang dikelola langsung oleh admin IT di lingkungan perusahaan besar.

Microsoft menyatakan bahwa pembaruan ke versi 25H2 hanya akan diterapkan ketika hardware dinilai sudah siap. Namun sayangnya mereka tidak merinci secara detail kriteria kesiapan perangkat keras yang dimaksud.

Pengguna tidak perlu melakukan tindakan apa pun untuk memulai proses ini karena semuanya berjalan otomatis. Mereka diberikan kebebasan untuk menentukan waktu proses mulai ulang sistem atau menunda pembaruan tersebut untuk batas waktu tertentu.

Melihat rekam jejak Microsoft yang sering bermasalah dengan pembaruan, menyerahkan tugas ini ke sistem machine learning sepertinya merupakan ide yang cukup berisiko. Pembaruan rutin bulanan saja belakangan ini sering membawa masalah menjengkelkan hingga gagal terpasang ke komputer pengguna.

Bos Microsoft Satya Nadella kabarnya sempat tersinggung dengan julukan Microslop yang disematkan oleh para pengkritik di dunia maya. Kondisi ini membuat para engineer Microsoft dikabarkan mulai memikirkan ulang cara mereka menggarap kode untuk sistem operasi Windows.

Sistem AI Copilot buatan Microsoft sebenarnya memiliki dokumen peringatan bahwa pengguna menanggung risiko sendiri saat memakainya. Namun ironisnya tim Windows Update justru berencana menggunakan teknologi serupa untuk mendorong pembaruan ke jutaan mesin pengguna, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (10/4/2026).

Bagi pengguna tingkat lanjut yang merasa khawatir, opsi terbaik saat ini adalah mengandalkan software pihak ketiga untuk memblokir pembaruan Windows. Sepertinya mematikan fitur pembaruan otomatis untuk sementara waktu jauh lebih aman daripada pusing memperbaiki komputer yang mendadak rusak akibat salah update.



Simak Video "Video: Microsoft-Apple Minta Pengguna Tak Pakai Google Chrome, Kenapa?"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork