Ponsel gaming terbaru Red Magic 11 Golden Saga sedang menguji batas kemampuan Android dalam menjalankan berbagai judul game Windows.
Melalui teknik emulasi perangkat ini mencoba mengubah fungsi ponsel pintar tradisional menjadi sebuah komputer gaming ringkas yang bisa dibawa di dalam saku. Upaya ini menunjukkan betapa jauh perkembangan teknologi mobile saat ini dalam menangani beban kerja yang sangat berat.
Kreator konten ETA Prime baru-baru ini memperlihatkan kemampuan ponsel ini dalam sebuah video pengujian. Perangkat tersebut ditenagai oleh chip Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipadukan dengan memori LPDDR5T sebesar 24GB serta penyimpanan internal UFS 4.1 Pro mencapai 1TB.
Untuk urusan visual, ponsel ini mengandalkan layar AMOLED dari BOE berukuran 6,85 inci dengan kecepatan penyegaran 144Hz. Kapasitas baterainya juga tergolong masif di angka 7.500 mAh guna menopang performa tingginya, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (7/4/2026).
Agar performa tetap stabil, produsen menyematkan sistem pendingin agresif yang menggabungkan ruang uap berlapis emas serta elemen perak pada jalur perpindahan panasnya, ditambah sebuah kipas pendingin aktif.
Seluruh perangkat keras ini diatur melalui fitur GameHub yang menyediakan berbagai profil performa, termasuk mode Diablo yang mendorong sistem hingga ke titik maksimal. Mode tertinggi ini memberikan performa puncak namun membuat perangkat cepat panas walaupun sudah dibekali desain termal tingkat lanjut.
Dalam pengujian tersebut, proses yang dilakukan murni menggunakan emulasi lokal dari arsitektur x86 ke Android, bukan melalui layanan streaming. Konsumsi daya yang dibutuhkan sangat tinggi, yakni berada di kisaran 30 Watt hingga 40 Watt atau bahkan lebih.
Angka tersebut menempatkan konsumsi daya Red Magic 11 Golden Saga setara dengan komputer gaming genggam berdaya rendah, bukan lagi seperti ponsel pintar pada umumnya. Hal ini membuktikan bahwa chip Android kelas atas sudah memiliki tenaga mentah yang luar biasa.
Hasil performanya sangat bervariasi tergantung pada judul game yang dimainkan serta pengaturan grafis yang dipilih. Game berat seperti Red Dead Redemption 2 mampu berjalan di kisaran 40 hingga 60 frame per detik dengan pengaturan tekstur tinggi.
Sementara itu, game yang lebih ringan seperti Grand Theft Auto V bisa menyentuh angka 100 frame per detik di dalam ruangan dan stabil di angka 60 frame per detik saat berkendara di dalam kota. Judul populer Cyberpunk 2077 juga sanggup menyentuh 60 frame per detik pada resolusi 720p dengan pengaturan rendah.
Meskipun performa kasarnya sudah mumpuni, masalah kompatibilitas dan akurasi tampilan masih menjadi kendala besar. Beberapa game seperti Ghost of Tsushima tidak menunjukkan peningkatan performa dari teknologi tertentu, sedangkan judul Resident Evil mengalami masalah visual yang parah seperti hilangnya tekstur dinding.
Hal ini membuktikan bahwa kecocokan perangkat lunak masih menjadi tantangan utama dalam dunia emulasi game komputer di Android agar bisa memberikan pengalaman bermain yang sempurna bagi pengguna.
Dari sisi harga, Red Magic 11 Golden Saga Edition dibanderol sekitar USD 1.630 atau jika dikonversi berada di kisaran Rp 25,5 juta. Dengan harga setinggi itu, tampaknya lebih baik membeli desktop atau laptop gaming, atau juga gaming handheld.
Simak Video "RedMagic 11 Pro, Performa Ekstrim Ponsel Gaming!"
(asj/asj)