Sudah Direvisi, Manhunt 2 Tetap Dijegal
- detikInet
Jakarta -
Badan sensor Inggris tetap melarang peredaran game komputer Manhunt 2, padahal pengembangnya telah mengedit beberapa bagian agar terlihat tidak terlalu brutal.Game ini merupakan game pertama dalam sepuluh tahun terakhir yang tidak lolos izin peredaran di negeri Ratu Elizabeth ini. Pasalnya, seri terdahulunya -- manhunt 1 -- dituding menjadi pemicu terbunuhnya seorang remaja di Inggris. Tuduhan itu diserukan oleh ibu si korban, Stefan Pakeerah, yang terbunuh pada 2004 di Leicester.Meski demikian, pihak berwajib mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada cukup bukti jika game Manhunt menjadi sumber inspirasi pembunuhan ini, sehingga tudahan itu pun tidak bisa dibenarkan.Pengajuan Rockstar selaku pengembang Manhunt untuk meloloskan izin game ini ke British Board of Film Classification (BBFC) sebelumnya pernah ditolak, namun Rockstar tetap keukeuh dan mengajukan banding.Hasilnya, upaya Rockstar sepertinya sia-sia kerena revisi yang diajukan dianggap BBFC masih belum cukup. "Kami tidak dapat menerima ini (perubahan yang telah dilakukan-red.) dapat mengubah kekhawatiran dari versi originalnya," ujar David Cooke, direktur BBFC.Perubahan dari revisi yang telah dilakukan di bagian adegan-adegan sadis, nada yang mencengangkan serta cara bermain dari game ini masih belum cukup, lanjutnya."Harusnya juga ada perubahan untuk tampilan ketika adegan eksekusi, tapi di sisi lain mereka malah masih memelihara adegan sadis versi originalnya," tukas Cooke, seperti dikutip detikINET dari BBC News, Rabu (10/10/2007).Untuk saat ini Manhunt 2 hanya baru diizinkan peredarannya di pasar Amerika Serikat dengan mendapat rating 'dewasa' dari Entertainment Software Ratings Board AS, yang berarti hanya bisa dimainkan oleh gamer yang berumur 17 tahun. keatas.
(ash/ash)