Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Microsoft: Open Source, Hati-Hati Tersandung Paten!

Bos Microsoft: Open Source, Hati-Hati Tersandung Paten!


- detikInet

Jakarta - Microsoft pada Agustus 2007 harus membayar US$ 512 juta kepada Eolas sebagai kompensasi tudingan penggunaan paten yang dimiliki Eolas oleh Microsoft. Menurut Bos Microsoft, Steve Ballmer, hal serupa juga bisa menyerang komunitas Open Source. "Setiap kali perusahaan seperti Eolas mendatangi kami dan minta 'dibayar', saya duga mereka pada akhirnya juga mau mendatangi dunia Open Source juga. Mendapatkan kerangka interoperabilitas kekayaan intelektual antara dua dunia itu, saya pikir, adalah hal yang penting," tutur Chief Executive Microsoft itu dalam sebuah diskusi di Inggris. Ballmer pun mencontohkan bagaimana pengguna Red Hat juga sebenarnya harus membayar kompensasi. "Orang yang memakai Red Hat, dalam hal hak kekayaan intelektual kami, seharusnya berkewajiban membayar kompensasi," ujar Ballmer seperti dikutip detikINET dari VNunet, Selasa (9/10/2007).Microsoft disebut sebagai salah satu pihak yang paling agresif membuat klaim adanya pelanggaran hak keayaan intelektual oleh Open Source. Bahkan, Microsoft telah menggandeng komunitas Open Source terkait hal itu. Misalnya, Microsoft pada 2006 menjalin kerjasama dengan Novell, pemegang salah satu distro Linux. Sebagai bagian dari persetujuan itu, Novell mengakui lisensi properti intelektual Microsoft dalam software Suse Linux-nya.Namun berkebalikan dengan Novell, pihak Red Hat telah berulangkali menolak membayar Microsoft untuk lisensi paten software mereka. Lisensi semacam itu menurut pihak Red Hat sama dengan 'memajaki inovasi'. Di sisi lain, terdapat kritik menentang paten pada piranti lunak. Alasannya, software dianggap tak membutuhkan perlindungan jangka panjang dengan paten. Selain itu, inovasi pun terus terjadi sehingga software cepat usang, sehingga langkah pematenan jadi terkesan berlebihan. (fyk/wsh)





Hide Ads