Samsung menghadirkan fitur baru bernama Privacy Display di lini flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26 Ultra. Teknologi ini diklaim mampu melindungi tampilan layar hingga ke tingkat piksel agar sulit terlihat dari sudut samping. Pertanyaannya, fitur ini sebenarnya berguna saat apa?
Di tengah tingginya kekhawatiran soal kebocoran data dan maraknya transaksi digital, kebutuhan akan perlindungan privasi visual semakin relevan. Banyak orang mungkin merasa aman karena sudah memakai PIN, sidik jari, atau face unlock. Namun ada satu celah yang kerap luput: layar yang bisa diintip orang lain.
Berangkat dari situ, Samsung membuat Privacy Display dirancang untuk mengatasi ancaman shoulder surfing, yaitu teknik pencurian data dengan cara mengintip layar korban dari sudut samping. Fitur ini bekerja dengan menyesuaikan tampilan layar sehingga konten hanya terlihat jelas dari arah depan, sementara dari sudut samping tampak gelap dan tidak terbaca.
"Privacy Display adalah terobosan revolusioner dari tim engineering Samsung yang mampu mencegah orang lain mengintip layar tanpa mengganggu kenyamanan pengguna saat menggunakan HP," ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026).
Samsung mengklaim telah menjalankan serangkaian uji coba dan riset konsumen selama lebih dari lima tahun untuk mengembangkan dan menyempurnakan teknologi Privacy Display. Hasilnya, fitur ini terintegrasi langsung di panel layar tanpa memerlukan tambahan pelindung anti-intip (anti spy) yang biasanya dapat mengganggu kualitas tampilan.
Berguna Saat Membuka Chat di Tempat Umum
Salah satu skenario paling umum adalah membuka WhatsApp atau aplikasi pesan saat berada di MRT, bus, atau pesawat. Tanpa disadari, orang di sebelah bisa dengan mudah membaca percakapan pribadi.
Dengan Privacy Display aktif, sudut pandang layar dari samping dibuat lebih gelap dan sulit terbaca. Pengguna tetap dapat melihat layar dengan nyaman dari arah depan, tetapi orang lain di sisi kiri atau kanan akan kesulitan membaca konten.
Fitur ini menjadi relevan bagi pengguna urban yang mobilitasnya tinggi dan hampir selalu terkoneksi.
Saat Input PIN dan Bayar QRIS
Transaksi cashless kini menjadi bagian dari gaya hidup. Membayar dengan QRIS atau e-wallet mengharuskan pengguna memasukkan PIN di layar.
Di minimarket atau restoran yang antreannya padat, bukan tidak mungkin ada orang yang mencoba mengintip kombinasi angka tersebut. Privacy Display membantu mengurangi risiko itu dengan membatasi visibilitas dari sudut samping.
Berbeda dengan tempered glass anti-spy tambahan, teknologi ini terintegrasi langsung di panel layar dan dapat diaktifkan atau dimatikan sesuai kebutuhan melalui Quick Settings.
Ketika WFA atau Buka Email Kantor di Kafe
Bekerja dari kafe atau ruang publik sudah menjadi kebiasaan. Membuka email kantor, dokumen kerja, hingga data klien di tempat terbuka menyimpan potensi kebocoran informasi.
Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra memungkinkan pengguna mengatur perlindungan hanya untuk aplikasi tertentu. Artinya, fitur bisa aktif saat membuka Gmail atau aplikasi kerja, tanpa harus membuat seluruh layar gelap setiap saat.
Samsung juga menyediakan dua mode, yakni Partial Screen Privacy dan Maximum Privacy Protection. Mode maksimum memperkuat efek privasi dengan menyesuaikan tingkat kecerahan dan kontras hingga level piksel, sehingga konten semakin sulit dilihat dari samping
Saat Notifikasi Sensitif Muncul Tiba-tiba
Bayangkan notifikasi dari bank atau pesan pribadi muncul saat berada di dalam lift penuh. Tanpa perlindungan tambahan, isi notifikasi bisa terbaca orang lain dalam hitungan detik.
Privacy Display dapat diterapkan pada area tertentu, termasuk notifikasi, sehingga perlindungan lebih presisi dan tidak mengganggu pengalaman visual secara keseluruhan.
Jika dilihat sekilas, Privacy Display mungkin terdengar seperti fitur pelengkap. Namun dalam konteks Indonesia yang semakin digital dan mobile, perlindungan privasi visual bisa menjadi lapisan keamanan yang signifikan.
@detikinet World's 1st Privacy Display hadir di Galaxy S26 Ultra. Layar cuma jelas buat lo, tapi jadi gelap dari sudut samping. #detikinet #GalaxyS26Ultra #privacydisplay #YouandAICan @Samsung Indonesia ♬ original sound - detikINET
Simak Video "Samsung Ajak Kreator Tangkap Momen Lewat Galaxy Z Fold7 | Z Flip7 Berbasis AI"
(afr/afr)