Negara bagian West Virginia, Amerika Serikat, menggugat Apple dengan tuduhan iCloud memungkinkan penyimpanan dan distribusi materi pelecehan seksual anak (child sexual abuse material/CSAM).
Dalam gugatan yang diajukan Kamis waktu setempat, Jaksa Agung West Virginia JB McCuskey menyebut keputusan Apple mengadopsi enkripsi end-to-end tanpa sistem deteksi CSAM telah menjadikan iCloud sebagai jalur aman tanpa hambatan untuk menyimpan dan menyebarkan konten ilegal tersebut. Gugatan itu menilai langkah Apple melanggar hukum perlindungan konsumen negara bagian.
Pada 2021, Apple sempat mengumumkan rencana sistem yang akan memindai foto iCloud dan mencocokkannya dengan database gambar CSAM yang sudah dikenal. Namun rencana itu memicu kritik luas dari aktivis privasi yang menilai sistem tersebut berpotensi menjadi alat pengawasan. Apple akhirnya membatalkan pengembangan fitur tersebut hampir setahun kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, West Virginia menuduh Apple dengan sengaja merancang produknya tanpa perlindungan memadai terhadap risiko yang dapat dicegah. McCuskey bahkan menyatakan negara bagian lain berpotensi mengikuti langkah hukum serupa.
Gugatan itu juga menyoroti jumlah laporan CSAM yang dibuat Apple ke National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC). Apple disebut hanya mengajukan 267 laporan, jauh lebih sedikit dibanding Google yang melaporkan lebih dari 1,47 juta kasus dan Meta yang melaporkan lebih dari 30,6 juta kasus.
Sebagai perbandingan, banyak platform teknologi seperti Google, Reddit, Snap, dan Meta menggunakan alat deteksi seperti PhotoDNA milik Microsoft atau Content Safety API dari Google untuk mengidentifikasi dan melaporkan konten ilegal, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (20/2/2026).
Apple saat ini tidak menerapkan sistem pemindaian serupa di iCloud, tetapi telah meluncurkan fitur keamanan anak lain, termasuk kontrol orang tua dan fitur yang otomatis memburamkan gambar telanjang untuk akun anak di iMessage.
Dalam pernyataannya, juru bicara Apple Peter Ajemian menegaskan perlindungan keamanan dan privasi pengguna, terutama anak-anak, menjadi prioritas perusahaan.
Namun pihak West Virginia menilai langkah tersebut belum cukup dan menyebut desain enkripsi Apple justru menyulitkan penegakan hukum dalam mendeteksi aktivitas ilegal di platformnya.
(asj/asj)

