Selama bertahun-tahun, televisi identik dengan perangkat pasif: dinyalakan, ditonton, lalu dimatikan. Namun Samsung Electronics menilai peran TV di rumah kini mulai berubah, seiring hadirnya Vision AI yang membuat TV semakin personal dan interaktif bagi setiap anggota keluarga.
Hal ini disampaikan oleh ChonHong Ng, Vice President sekaligus Head of Regional Marketing Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, saat diwawancarai di sela acara Samsung The First Look di Las Vegas, Amerika Serikat.
"Banyak orang masih melihat TV sebagai perangkat pasif. Kita duduk santai, lalu menonton apa pun yang muncul di layar," ujar ChonHong. "Namun dengan AI yang kami tanamkan langsung di TV, cara orang berinteraksi dengan TV mulai berubah."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak Cuma Ditonton Tapi Berinteraksi
Menurut ChonHong, kehadiran AI memungkinkan TV merespons pengguna secara lebih alami, termasuk melalui remote control dan perintah suara. Pengguna kini tidak hanya menonton, tetapi juga berinteraksi dengan TV secara aktif.
AI juga membuat pengalaman menonton menjadi lebih personal. TV mampu mengenali preferensi setiap pengguna, mulai dari acara memasak, olahraga, hingga konten hiburan lainnya.
"Setiap orang punya kebiasaan berbeda. Ada yang suka acara memasak, ada yang lebih sering menonton olahraga. Melalui pengenalan suara dan profil pengguna, TV bisa menyesuaikan pengalaman untuk masing-masing orang," jelasnya.
Pengaturan gambar dan suara pun dapat berubah otomatis sesuai jenis konten-baik untuk pertandingan olahraga yang dinamis, tayangan seni yang lebih statis, maupun konten hiburan sehari-hari.
ChonHong Ng, Vice President dan Head of Regional Marketing Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania. Foto: Rachmatunisa |
TV sebagai Teman Aktivitas di Rumah
Dengan pendekatan ini, ChonHong menegaskan TV tidak lagi hanya berfungsi sebagai layar, melainkan mulai berperan sebagai pendamping di rumah. Terlebih, TV kini terhubung dengan ekosistem perangkat pintar Samsung lainnya.
"TV bisa membantu Anda mengontrol perangkat di rumah. Misalnya, saat sedang menonton, TV bisa memberi tahu bahwa proses mencuci sudah selesai," ujarnya.
Fungsi sederhana seperti ini, menurut ChonHong, justru menjadi contoh bagaimana teknologi bisa hadir secara alami dalam rutinitas harian, tanpa terasa rumit atau mengganggu.
Membuka Ruang Baru untuk Konten Masa Depan
Samsung juga melihat TV sebagai medium yang terus berkembang, seiring kemajuan teknologi layar. Kehadiran teknologi Micro RGB, yang diperkenalkan di First Look 2026, disebut membuka peluang baru bagi pengalaman visual yang lebih imersif.
"Teknologi layar baru ini membuka kesempatan bagi konten yang lebih kaya, baik konten nyata maupun konten berbasis AI. Semua detail bisa tampil lebih hidup di layar," kata ChonHong.
Lebih Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Lewat Vision AI, Samsung ingin menggeser persepsi tentang TV di rumah. Bukan lagi sekadar perangkat hiburan, tetapi bagian dari keseharian keluarga-yang memahami kebiasaan pengguna, membantu aktivitas ringan, dan menghadirkan pengalaman yang terasa lebih personal.
"TV tidak lagi hanya sebuah layar. Ia menjadi cara untuk mengakses konten yang Anda inginkan, sekaligus bagian dari ekosistem rumah yang membuat hidup lebih mudah," tutup ChonHong.
Dengan pendekatan ini, Samsung berharap TV benar-benar bisa diterima sebagai teman, pendamping (companion) keluarga, bukan hanya pusat hiburan di ruang tamu.
(rns/afr)
