Catatan oleh Rama
Yuk, Kirim-kiriman File via Internet
- detikInet
Jakarta -
Proses hantar-menghantar, tukar-bertukar, atau kirim-mengirim kini sudah tak hanya terjadi di dunia nyata. Hal-hal tersebut pun terjadi di dunia virtual alias internet. Tentu saja sesuatu yang dikirim dan dihantarkan bukanlah benda berwujud fisik, melainkan obyek digital berbentuk file, seperti dokumen, musik, film, bahkan game.Dahulunya, pengguna internet dapat saling mendistribusikan file melalui e-mail. Istilahnya "attachment". Jadi, disamping e-mail yang dikirimkan, pengirim juga dapat menyertakan file yang ingin dikirimkan. Biasanya file yang di-attach adalah dokumen dalam bentuk MS-Word (*.doc), file gambar, atau kartu ucapan digital. Intinya, file-file yang dikirimkan -- diusahakan -- tidak melebihi ukuran 10 MB (atau tergantung quota yang ditetapkan).Namun, seiring perkembangan teknologi, file-file yang hendak didistribusikan pun semakin besar ukurannya. Saat ini tak hanya dokumen, tapi konten-konten lain seperti file MP3 atau klip film pun sudah lalu-lalang, dikirim dari satu pengirim ke alamat lain. Masalahnya, media penghantar dan penyimpannya kurang memadai. Kenapa?Seperti yang telah penulis jelaskan di atas; media yang hendak didistribusikan tak lagi berukuran kecil. Tak jarang sebuah file film yang tak dikompresi bisa berukuran lebih dari 100 MB. Bayangkan kalau Anda harus mengirimkannya via e-mail dengan koneksi dial-up, mungkin baru sehari semalam file tersebut sampai di tempat tujuan. Belum lagi proses pengiriman yang apabila terputus, maka harus diulangi dari awal. Tentunya Anda tak ingin kembali mengirim file yang sudah 80%atau bahkan 90% terkirim, lalu koneksi Anda putus dan file tersebut lenyap.Hal ini mungkin dapat diatasi dengan membeli hosting (tempat penyimpanan file di internet) untuk menyimpan file-file Anda, tapi untuk sebuah hosting berkapasitas besar, biayanya masih sangat mahal. Padahal Anda tak ingin mengeluarkan biaya sepeser pun untuk dapat berkirim konten dengan rekan Anda.Nah, untuk mengatasi hal tersebut, berbagai penyedia jasa layanan di internet telah mengembangkan sistem layanan baru, yaitu semacam "tempat penitipan" untuk file-file yang hendak didistribusikan. Jadi, sebuah penyedia layanan akan memberikan sejumlah free space -- yang berukuran besar -- untuk penggunanya, sehingga pengguna dapat meng-upload file yang hendak didistribusikan. Selanjutnya, orang yang hendak mendapatkan file tersebut tinggal men-downloadnya melalui link yang diberikan oleh si peng-upload.Free space yang diberikan pun beraneka ragam, mulai dari 70 MB, 100 MB, 500 MB, bahkan 1 GB.Ada berbagai fitur yang ditawarkan oleh penyedia layanan semacam ini. Untuk yang gratisan, Anda dapat meng-upload file dan mendapatkan link untuk men-download file tersebut. Link itu dapat Anda publikasikan sehingga orang lain dapat men-download file yang Anda upload. Tapi biasanya file tersebut hanya akan disimpan dalam jangka waktu tertentu, dan setelah melewati periode yang ditetapkan, maka file tersebut akan dihapus.Anda juga dapat mencantumkan alamat e-mail, memberikan keterangan seputar konten yang Anda upload, dan mengirimkannya langsung ke tujuan tertentu (via e-mail). Jadi, link download tersebut bersifat rahasia dan hanya si penerima e-mail yang dapat men-download konten tersebut.Penyedia layanan juga menyediakan fitur-fitur profesional yang dapat Anda peroleh jika Anda berlangganan, alias tidak gratis. Fitur yang ditawarkan, mulai dari proteksi password untuk konten yang di-upload, kemampuan resume untuk melanjutkan proses download yang terputus, proses upload yang lebih cepat, bahkan free space yang dapat digunakan untuk menyimpan konten secara permanen (tidak ada batasan waktu).Namun, Anda juga perlu waspada, karena si penyedia layanan biasanya meminta pengguna untuk tidak meng-upload konten-konten yang sifatnya ilegal (software bajakan, album musik bajakan, dll). Hal ini termasuk untuk konten-konten yang bersifat pornografis.Mengingat banyaknya situs penyedia layanan ini, penulis menyarankan untuk menjajalnya satu-persatu. Ada yang stabil, ada yang punya quota lebih banyak, ada juga yang menawarkan free space yang lebih besar. Semua dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Silahkan mencoba!http://www.gudangupload.comIni adalah situs penyedia layanan penyimpanan file gratis karya anak Indonesia. Dengan mendaftar di situs ini, Anda akan diberi free space sebesar 1 GB untuk menyimpan file-file yang hendak Anda distribusikan. Anda pun dapat membuat folder, melakukan kustomisasi, bahkan mengirim link pribadi ke alamat e-mail.Mengingat penyedia layanan ini berada di Indonesia, maka Anda yang berdomisili di Indonesia dapat meng-upload dan download file dengan kecepatan tinggi. Selain itu, tak ada batasan waktu untuk lama penyimpanan file, sehingga Anda dapat menyimpan konten secara permanen.http://www.turboupload.comSitus ini tergolong stabil jika dibandingkan dengan penyedia layanan sejenisnya. Hanya saja, kapasitas yang ditawarkan tidak terlalu besar. Selain itu, jangka waktu yang diberikan pun tak selama yang ditawarkan pesaingnya.Penulis menyarankan untuk memakai layanan ini jika Anda hendak mengirimkan dokumen atau konten yang ukurannya tidak terlalu besar, karena kecepatan download yang ditawarkan cukup untuk dapat membantu pen-download yang koneksinya lambat.http://www.megaupload.comSitus ini menyediakan layanan upload yang beraneka ragam. Pengguna yang ingin menikmati layanan tanpa berbayar dapat meng-upload file hingga 500 MB, mengirim link download via e-mail, dan memberikan penjelasan mengenai konten yang ingin didistribusikan.Bagi pengguna layanan berbayar, selain dapat meng-upload banyak file sekaligus, MegaUpload akan memberikan hotlink yang dapat digunakan untuk men-download konten yang telah di-upload tanpa membuka situs MegaUpload. Pengguna cukup menempatkan hotlink di halaman web pribadinya.Selain itu, tingkat keamanan konten pun lebih terjamin, karena pengguna juga dapat memberikan password untuk konten yang di-upload, atau menyimpannya dalam format FTP (File Transfer Protocol).Kelemahan situs ini adalah pada layanan gratisnya. Anda akan diminta men-download aplikasi MegaUpload Toolbar sebelum dapat men-download konten yang diinginkan, dan toolbar tersebut agak memperlambat koneksi Anda ke internet.Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com."Catatan Rama" lainnya:- 25 Game Revolusioner- Firefox, Kawan Setia ke Mana-Mana- Game di Indonesia: Antara Asli dan Bajakan- Raksasa Game Belum Pakai Senjata Pamungkas- bisnis PS3 Tak Seindah Pendahulunya- Pertemanan di Internet, dari 'Friendster' sampai 'Sohib'- Nintendo Kembali Meraja di 2006- - Video Game dari Generasi ke Generasi (1)- Basmi Pocong dengan Game Lokal- Bermain Game, Baik atau Buruk?
(dwn/dwn)