Hewan dan Tumbuhan Punya 'Rumah' di Internet
- detikInet
Jakarta -
Ensiklopedia, apalagi ensiklopedia ilmu pengetahuan biasanya terdiri dari buku-buku tebal. Tak jarang, mahal dan membosankan. Namun hal tersebut tentu tidak terjadi jika buku-buku ensiklopedia berubah menjadi ensiklopedia online.Para ilmuwan kini sedang mengembangkan ensiklopedia online yang diberi nama Encyclopaedia of Life. Ensiklopedia yang berbasis Internet ini akan memuat 1,8 juta spesies hewan dan tumbuhan yang telah diketahui jenisnya. Program berskema 10 tahun rencana kegiatan ini, diluncurkan dengan dana awal sebesar US$15,1 juta atau sekitar Rp 134,5 milyar (US$ 1=Rp 8910 Sumber:detik.com) yang berasal dari 2 badan amal Amerika Serikat. Nantinya, proyek senilai dibawah US$100 juta atau sekitar Rp 891 milyar ini diharapkan dapat dimanfaatkan mulai dari anak-anak yang sedang mengerjakan tugas Biologi hingga pemerintah yang berencana melindungi spesies yang terancam kepunahan.Ensiklopedia gratis ini akan mengkombinasikan tulisan, foto, peta dan video, serta memfokuskan diri pada binatang, tumbuhan dan jamur, termasuk golongan mikroba.Direktur proyek, Jesse Ausubel dari Universitas Rockefeller, New York, mengungkap bahwa adanya ekspansi Internet tahun-tahun ini menyebabkan proyek multimedia ini memiliki kemungkinan untuk terlaksana.Bahasa yang digunakan, tentu saja Inggris, namun, dikutip detikINET dari ABC News Online, Rabu (9/5/2007), bahasa-bahasa lain akan menyertainya.James Edwards, direktur eksekutif proyek, mengklaim ensiklopedia ini akan memberikan gambaran kehidupan bumi melalui apa yang ia sebut 'maksroskop'. Sebutan ini tentu berkebalikan dengan mikroskop, alat yang biasanya digunakan ilmuwan untuk mengamati sesuatu.Encyclopaedia of Life, kini dapat diakses melalui situs demonya dan memuat beberapa bahasan kehidupan termasuk tentang hewan Yeti.
(lni/wsh)