Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
IBM Besut Browser Untuk Tunanetra

IBM Besut Browser Untuk Tunanetra


- detikInet

Jakarta - Korporasi teknologi komputer IBM kali ini datang merangkul para penyandang tunanetra dan memberikan harapan pada mereka untuk segera dapat mengakses Internet selayaknya orang berpenglihatan normal.Dikutip detikINET dari BBC News, Senin (2/4/2007), perusahaan yang terkenal dengan sebutan 'Big Blue' tersebut menjanjikan sebuah browser multimedia yang memungkinkan penyandang tunanetra dapat mengakses konten audio dan video. Untuk saat ini, browser tersebut diberi nama Accessibility Browser atau A-Browser. Hebatnya, teknologi browser ini juga dibuat oleh karyawan IBM di Jepang yang juga menyandang tunanentra.Pelopor A-Browser adalah Dr. Chieko Asakawa, seorang karyawan laboratorium penelitian IBM di Tokyo yang juga penyandang tunanetra. Awalnya, wanita ini merasa tertekan akibat banyaknya konten situs yang tak bisa ia akses. Akhirnya, ia dan timnya berkonsentrasi untuk membuat browser yang mampu bekerja dengan Real Player dan Windows Media Player.Sekadar mengingat, sebelumnya teknologi untuk membaca konten memang sudah ada dengan label 'screen reader'. Hanya saja, konten video dan animasi tak begitu saja dapat dinikmati para penyandang tunanetra dengan mudah. Karena terkadang, suara dari 'screen reader' bercampur dengan suara video.IBM mengklaim, untuk itulah A-Browser hadir. Dengan browser tersebut, tunanetra dapat mengontrol konten media dengan menggunakan shortcut dan tidak lagi sibuk mencari tombol pengontrol dengan memakai mouse.A-Browser juga memungkinkan video dapat diputar lebih pelan, dikeraskan dan dapat memuat deskripsi tambahan audio atau track narasi. Kedua hal itu kadang dimasukkan dalam pembuatan film dan program televisi untuk memberikan kemudahan bagi tunanetra.Selain itu, juga terdapat pengatur volume yang memungkinkan pengguna mengatur suara secara mandiri seperti misalnya, suara dari screen reader."Kami mulai melihat bahwa kemudahan akses menjadi area bisnis yang sangat penting," ujar Frances West, direktur Human Ability and Accessibility Centre IBM.Atas teknologi ini, IBM berencana untuk menjadikan A-Browser menjadi software open source agar dapat digunakan secara luas. Pasalnya, IBM memperkirakan, terdapat lebih dari 160 juta penyandang tunanetra dan gangguan penglihatan di seluruh dunia yang dapat memetik keuntungan dari teknologi browser tersebut.Namun hingga kini, IBM belum memutuskan apakah A-Browser akan dirilis langsung diseluruh dunia atau akan dimulai di kawasan tertentu untuk pertama kali. (lni/dwn)







Hide Ads