Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Catatan dari San Francisco
Raksasa Game Belum Pakai Senjata Pamungkas
Catatan dari San Francisco

Raksasa Game Belum Pakai Senjata Pamungkas


- detikInet

San Francisco - Setelah sempat reda selama kurang lebih satu bulan, pertarungan antar konsol game generasi ketujuh serta game-game besutan developer-developer game terkemuka kembali memanas. Hal itu terlihat dalam ajang Game Developers Conference (GDC) 2007 yang digelar di San Francisco selama kurang lebih sepekan (6 s/d 9 Maret 2007). Meskipun belum mengeluarkan senjata pamungkasnya, baik pengembang game maupun produsen konsol sama-sama menurunkan berita yang cukup menghebohkan dunia game. GDC sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar untuk mempertemukan produsen konsol dan pengembang game dalam sebuah konferensi. Tujuan digelarnya acara ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana perkembangan yang telah dicapai kedua belah pihak --dalam hal ini, produsen konsol dan pengembang game-- serta membuka peluang bagi PERS untuk memperoleh informasi terkini mengenai dunia game.Ajang ini boleh disebut sebagai masa pemanasan sebelum gelaran E3 (Electronic Entertainment Expo) yang rutin diselenggarakan tiap tahun, di mana produsen konsol dan pengembang game akan menggeber "habis-habisan" seluruh inovasi yang telah mereka capai.'Rumah' Playstation dari SonyKabar terbaru datang dari Sony. Produsen konsol PlayStation 3 (PS3) itu mengumumkan bahwa mulai April 2007 mendatang, pemilik PS3 dapat menikmati fitur terbaru yang diberi nama "PlayStation Home."Menurut juru bicara Sony, Phil Harrison, PlayStation Home adalah layanan terbaru yang memanfaatkan fasilitas PlayStation Network. "Pemilik PS3 dapat membangun rumah virtual, mengisinya dengan piala atau hadiah yang mereka peroleh setelah memainkan game tertentu, atau membuat dekorasi avatar yang mencerminkan pribadi pemiliknya."Harrison menambahkan, layanan yang disebut-sebut dapat meningkatkan komunitas sosial via jaringan ini juga memungkinkan pemilik PS3 untuk mengeksplorasi dunia virtual dalam PlayStation Home. Pemain dapat saling berkunjung ke rumah virtual masing-masing, berpesta, bahkan bermain game bersama-sama. Hadirnya PlayStation Home langsung mendapat berbagai tanggapan, baik analis maupun gamer.Komentar yang bermunculan di situs-situs game terkemuka seperti GameSpot dan GamePro menunjukkan bahwa sebagian besar gamer merasa kurang puas dengan inovasi ini. "Kami butuh game baru yang menggunakan kemampuan optimal konsol PS3," "Layanan ini menjiplak karya Nintendo dan Microsoft," atau "Percuma kalau ada layanan semacam ini tapi gamenya tidak ada," adalah contoh-contoh komentar yang sering bermunculan.Di sisi lain, PlayStation Home mendapat tanggapan positif. Jack Thomson, pengacara yang juga pengamat game mengakui bahwa PlayStation Home dapat menjadi sarana komunikasi sosial antar pemain. "Jadi, pemain tidak sekadar menghabiskan waktu hanya bermain game, tapi mereka dapat berkreasi dan melakukan hal-hal yang lebih kreatif," ujarnya. Hingga artikel ini diturunkan, Sony baru merilis versi beta dari PlayStation Home yang sudah dapat diakses melalui koneksi PS3. Rahasia MicrosoftSementara itu, Microsoft melalui juru bicaranya Peter Molyneux menggeber rahasia dari salah satu sekuel game buatan Microsoft Game Studio, Fable 2. Meskipun gamenya sendiri belum rilis, rahasia yang disampaikan Molyneux berhasil mengundang decak kagum pengunjung presentasi.Molyneux terlebih dahulu menjelaskan bahwa Fable 2 adalah game berjenis Role-Playing Game (RPG) yang akan membawa pemain bertualang dalam dunia yang penuh fantasi dan imajinasi. Yang menjadikan Fable 2 berbeda dengan RPG lainnya adalah diterapkannya sistem perkembangbiakan melalui hubungan seksual."Sistem semacam ini telah banyak dikembangkan dalam RPG masa kini, terutama yang online. Tapi dalam Fable 2, kita dapat melakukan hubungan seksual dengan dua cara. Hubungan seksual aman dengan menggunakan kondom, atau hubungan seksual terbuka tanpa menggunakan pelindung apapun," jelasnya.Lebih lanjut, Molyneux menjelaskan bahwa jenis hubungan seksual yang dipilih akan sangat menentukan masa depan dari karakter yang kita mainkan. Apakah nantinya kita akan memperoleh keturunan yang berbakti, atau sebaliknya membangkang dan berbalik memusuhi kita? "Saya tidak tahu, jadi sebaiknya tunggu sampai Fable 2 rilis," jawab Molyneux.Game Online Nintendo WiiDi kubu Nintendo, yang turun mengumumkan game dan inovasi yang akan segera digelontorkan Nintendo adalah kreator seri Super Mario Bros, Shigeru Miyamoto.Salah satu topik yang cukup menarik perhatian pengunjung adalah terpilihnya Pokemon Battle Revolution sebagai game pertama yang akan mengusung fitur online konsol generasi ketujuh Nintendo, Wii. Nantinya, pemilik Wii dan Nintendo DS (konsol genggam terbaru Nintendo) dapat memainkan game Pokemon Battle Revolution secara online. Melalui interkoneksi Wii dan Nintendo DS, pemain dapat menggunakan DS mereka untuk mengontrol pergerakan karakter dalam Pokemon Battle Revolution.Selain itu, mereka yang membeli game Pokemon Diamond & Pearl untuk platform Nintendo DS dapat melakukan "importing" data game yang telah mereka simpan dalam memori Nintendo DS ke Wii.Sebagai informasi, Pokemon Battle Revolution baru dirilis untuk kawasan Jepang (2006), sementara versi terjemahannya baru akan beredar di kawasan Amerika Utara pada Juni mendatang. Pokemon Diamond & Pearl sendiri akan dirilis pada April dan Mei 2007.Nintendo juga mengumumkan akan segera meluncurkan browser Opera untuk Wii Juni mendatang. Saat ini pemilik Wii dapat melakukan download dan menjajal versi trial dari browser tersebut.Kesimpulan: Belum Ada Senjata Pamungkas!Melihat hasil yang telah dipampang tiga produsen konsol di atas, penulis berasumsi bahwa gelanggang pertarungan konsol game generasi ketujuh akan kembali memanas. Meskipun demikian, terlihat bahwa ketiga petarung di atas masih belum mengeluarkan senjata pamungkas mereka.Sony misalnya, yang telah mendapat dukungan dari banyak pengembang game terkemuka, pun belum menggelontorkan informasi mengenai rilis dan detail game andalan mereka. Sebut saja Final Fantasy XIII Versus (Square-Enix) dan Metal Gear Solid 4 (Konami), dua game praedar yang diperkirakan akan mendongkrak penjualan PS3. Hal ini melahirkan spekulasi yang beraneka ragam. Beberapa kalangan menilai bahwa Sony menderita kerugian yang membuat mereka menunda rilis kedua game tersebut. Ada juga yang berpendapat bahwa game-game tersebut masih dalam tahap penggarapan dan baru akan digeber pada E3 mendatang. Pendapat yang paling kontroversial adalah bahwa kemungkinan Square-Enix dan Konami berencana untuk berpindah ke rival Sony, dalam hal ini Wii dan Xbox 360. Masuk akal juga, karena setelah menderita kekalahan dalam penjualan konsol, Sony tak dapat mengucurkan banyak dana untuk menunjang proyek game kedua developer raksasa tersebut. Di sisi lain, Sony pun telah melahirkan sebuah karya inovatif lewat PlayStation Home. Untuk diketahui saja, selama ini pemilik PS3 banyak mengeluhkan soal minimnya fitur yang tersedia pada PlayStation Network. Jadi, bolehlah fitur ini dijadikan sebagai pengisi waktu sambil menunggu game-game anyar PS3 dirilis. Nampaknya, Nintendo pun masih menyimpan amunisinya. Game terbaru petualangan si tukang ledeng Mario dan Luigi yang saat ini tengah dinanti-nanti, yang bernama "Super Mario Galaxy" masih belum juga dirilis. Agaknya Nintendo akan menahan dua bersaudara itu di belakang panggung pentas lebih lama hingga rival-rivalnya mulai unjuk gigi.Sementara itu, baik Microsoft maupun Nintendo sama-sama mengedepankan fitur game mereka. Secara keseluruhan, keduanya berusaha mencapai target keuntungan sebesar-besarnya dengan cara merangkul segala lapisan usia untuk diajak bermain game.Hal itu dapat terlihat dari game-game besutan Microsoft yang rata-rata telah mengintegrasikan fitur online di dalamnya, sehingga siapa saja dapat bermain game dan bertukar pengalaman.Melalui fitur Xbox Live Arcade, Microsoft juga telah berhasil menyajikan berbagai pilihan game, mulai yang paling sederhana seperti Tetris dan Pac-Man (rilis ulang game-game jaman dulu), hingga yang rumit untuk konsumsi pemain berstatus "maniak."Hal serupa juga dilakukan Nintendo lewat strategi andalan mereka, yakni mengintegrasikan layanan untuk produk-produknya. Kita ambil contoh Wii dan DS, yang saat ini memiliki fitur interkoneksi yang menjadikan kedua produk tersebut dapat dimainkan oleh banyak orang dan dalam waktu yang bersamaan.Kesimpulannya, kita akan melihat perkembangan dalam dunia game yang tak hanya melibatkan gamer berstatus "hard core," tapi juga pemain game pada umumnya, bahkan mereka yang belum pernah bermain game sama sekali. Strategi interkoneksi dan jaringan online nampaknya akan menjembatani dalam rangka mewujudkan sebuah tatanan masyarakat penikmat game yang inklusif dan terintegrasi.Masih banyak yang akan kita lihat dalam pertarungan konsol game generasi ketujuh ini. Bagaimana kelanjutannya? Kita nantikan dalam gelaran E3 mendatang! Keterangan Foto: Logo Game Developers Conference 2007 (atas) dan Rama Aditya (bawah). Sumber: kinojabber/flickr (atas) dan dbu/inet (bawah).Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com."Catatan Rama" lainnya:-Bisnis PS3 Tak Seindah Pendahulunya-Pertemanan di Internet, dari 'Friendster' sampai 'Sohib'- Nintendo Kembali Meraja di 2006- Video Game dari Generasi ke Generasi (2)-Video Game dari Generasi ke Generasi (1)- Basmi Pocong dengan Game Lokal- Bermain Game, Baik atau Buruk? (wsh/wsh)







Hide Ads