Microsoft Indonesia Redam Bajakan Lewat 520 Toko
- detikInet
Jakarta -
Microsoft menggelar program untuk meredam penjualan produk Windows Vista bajakan di 520 toko di Indonesia. Tanpa cash benefit.Kamis (8/3/2007), Microsoft mengumumkan program Asli Shop yang digelar di empat pusat perbelanjaan di tiga kota di Indonesia. Program ini mencakup 520 toko yang tersebar di Harco Mangga Dua Mall Jakarta, Mangga Dua Mall (M2M) Jakarta, BeMall Bandung, dan HiTech Mall Surabaya."Tidak ada benefit dalam bentuk uang tunai sama sekali. Bahkan ini adalah gerakan dan bukan agreement, tidak ada yang ditandatangani di atas materai," tutur Ari Kunwidodo, Direktur Original Equipment Manufacturing Microsoft Indonesia, di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (8/3/2007).Tidak adanya perjanjian legal itu juga membuat toko-toko yang terlibat dalam program ini tidak terikat hanya boleh menjual sistem operasi dan piranti lunak dari Microsoft. Ari mengatakan tidak ada halangan bagi toko-toko tersebut untuk tetap menjual sistem operasi pesaing maupun alternatif.Meski tak ada cash benefit Ari mengatakan program ini memberikan hadiah berupa poin yang bisa didapatkan toko peserta. Poin tersebut kemudian bisa ditukarkan dengan hadiah-hadiah yang beragam.Anti Suryaman, License Compliance Manager Microsoft Indonesia, mengatakan bagi pembeli juga ada keuntungan berupa Windows Genuine Advantage Kiosk yang akan digelar pada setiap pusat perbelanjaan peserta. "Lewat kios itu pembeli bisa mengaktifkan Windows Vista mereka sekaligus mendapatkan hadiah-hadiah lain, termasuk piranti lunak yang bisa di-download," ujar Anti.Ari mengatakan Microsoft juga akan mengirimkan Mistery Shopper untuk menguji setiap toko. Jika toko tersebut berhasil memberikan jawaban sesuai yang diinginkan Microsoft, maka poin untuk toko itu akan bertambah.Suhandi, Direktur Pemasaran BeMall Bandung, mengatakan program Asli diharapkan juga membantu mengurangi sweeping di pusat perbelanjaan. "Selama ini tenant banyak yang mengeluhkan maraknya sweeping. Semoga dengan program Asli ini, ada edukasi sehingga pelanggan juga mengubah kebiasaan (menjual produk bajakan), sehingga tak perlu lagi sweeping," tukasnya.
(wsh/nks)