Steve Jobs Serukan Musik Tanpa DRM
- detikInet
California -
Lagu-lagu yang dijual lewat layanan iTunes terkunci dengan sistem DRM (Digital Rights Management). Steve Jobs, bos Apple Inc., menyerukan label musik meniadakan DRM. Perjanjian Apple dengan empat besar label musik dunia membuat lagu-lagu yang dijual via toko musik iTunes terkunci dengan sistem DRM. Ini membuat lagu tersebut, secara teori, hanya bisa diputar pada perangkat iPod dan piranti lunak iTunes. Rupanya Steve Jobs, pendiri dan bos Apple Inc., tidak terlalu menyetujui hal itu. Ini terungkap dalam surat terbuka Jobs yang dimuat di situs Apple.com. "Jika empat besar setuju melisensikan musik mereka pada Apple tanpa DRM, kami akan berganti hanya menjual musik tanpa DRM di iTunes. Setiap iPod yang pernah dibuat akan bisa memutar musik ini," tulisnya dalam surat berjudul 'Thoughts on Music' (Pemikiran Soal Musik-red) yang dikutip detikINET dari Apple.com, Rabu (7/2/2007). Tulisan tersebut memaparkan tiga skenario penjualan musik di iTunes. Pertama, tetap dengan DRM seperti sekarang, kedua, Apple melisensikan DRM FairPlay ke kompetitor dan ketiga, menjual musik tanpa DRM.Jobs mempertanyakan kebijakan perusahaan musik besar untuk hanya menjual musik terkunci lewat internet. Menurut Jobs, 90 persen lagu yang dijual perusahaan musik adalah lewat CD yang notabene tidak menggunakan DRM. "Apa keuntungan mereka dengan menjual (10 persen) sisanya dengan DRM? Tampaknya tidak ada," tulis Jobs.Saat ini Apple sedang jadi sasaran tembak Uni Eropa karena menerapkan DRM pada iTunes. Hal ini dianggap tidak adil karena akan mengunci pengguna iPod pada toko musik iTunes. Jobs mengatakan, secara teori, 97 persen lagu pada iPod milik pengguna tidak berasal dari iTunes. "Pengguna iPod jelas tidak terkunci hanya bisa membeli lagu dari iTunes," ia menambahkan. Menurut Jobs, mereka di Eropa seharusnya mengarahkan tuntutannya pada perusahaan musik. "Mungkin mereka yang tidak senang dengan situasi saat ini perlu mengarahkan energinya untuk membujuk perusahaan musik agar menjual musik tanpa DRM," tutur Jobs. Eropa, lanjut Jobs, merupakan tempat asal dua setengah dari empat perusahaan musik terbesar di dunia. "Universal dimiliki 100 persen oleh Vivendi, sebuah perusahaan Perancis. EMI adalah perusahaan asal Inggris. Sony BMG separuhnya dimiliki oleh Bertelsmann, perusahaan Jerman. Meyakinkan mereka untuk melisensikan musik Tanpa DRM pada Apple dan lainnya akan menghasilkan pasar musik yang benar-benar saling berinteroperasi. Apple akan merangkul ide ini sepenuh hati," tandas Jobs.
(wsh/wsh)