Microsoft Akan 'Paksa' PC Windows 11 untuk Pakai SSD

Microsoft Akan 'Paksa' PC Windows 11 untuk Pakai SSD

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 10 Jun 2022 13:02 WIB
Windows 11
Microsoft Kabarnya Akan 'Paksa' PC Windows 11 untuk Pakai SSD Foto: dok Microsoft
Jakarta -

Microsoft kabarnya mendorong vendor untuk meninggalkan hard-disk drive (HDD) sebagai perangkat penyimpanan utama di PC yang menjalankan Windows 11 dan menggantikannya dengan solid-state drive (SSD). Proses transisi ini dilaporkan akan dimulai pada tahun 2023.

Kabar ini datang dari laporan perusahaan analitik Trendfocus. Tapi laporan tersebut tidak menjelaskan alasan mengapa Microsoft mengambil keputusan itu, dan mereka juga belum memberikan konfirmasi secara langsung.

Padahal Microsoft tidak menetapkan SSD sebagai persyaratan minimum untuk Windows 11. Perangkat PC yang ingin menjalankan Windows 11 hanya diminta untuk memiliki ruang penyimpanan minimal 64GB. Tapi begitu masa transisi dimulai, persyaratan itu mungkin akan diubah, seperti dikutip dari TechSpot, Jumat (10/6/2022).

Mungkin Microsoft hanya ingin pindah ke SSD boot drive agar PC bisa merasakan performa terbaik yang ditawarkan Windows 11. Apalagi performa SSD memang jauh lebih cepat ketimbang HDD, sehingga bisa memberikan pengalaman yang lebih responsif bagi pengguna.

Banyak laptop dan desktop PC yang sudah menggunakan SSD untuk boot drive, yang dikombinasikan dengan HDD konvensional untuk menyimpan file berukuran besar.

Selain itu, Windows 11 juga memiliki beberapa fitur opsional yang membutuhkan SSD, seperti DirectStorage API dan Windows Subsystem for Android. Tapi ini merupakan fitur opsional yang tidak wajib dipakai pengguna Windows 11.

Mesk menawarkan proses boot yang lebih cepat, menjadikan SSD sebagai metode penyimpanan utama di PC memiliki satu hambatan besar yaitu biaya. Memasang SSD di PC tentu bisa mendongkrak biaya produksi dan membuat harga jual perangkat jadi lebih mahal.

Vice President Trendfocus John Chen mengatakan untuk mengganti HDD 1TB ke SSD, vendor PC harus menurunkan kapasitasnya menjadi 256GB. Kalau ingin menaikkan kapasitas SSD jadi 512GB, harga PC jadi tidak terjangkau untuk pasar lower-end.

Chen mengatakan vendor saat ini sedang membujuk Microsoft untuk mengundur tenggat waktunya ke tahun 2024, setidaknya untuk desktop dan pasar negara berkembang.



Simak Video "Create with ASUS"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)