Kisah Para Pembunuh Nokia - Halaman 2

Kisah Para Pembunuh Nokia

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 23 Apr 2022 22:15 WIB
Nokia 3310 dkk
Kisah kejayaan Nokia yang akhirnya tumbang (Foto: Nokia)

2. Kehadiran para pembunuh Nokia

Tahun 2007, Apple meluncurkan iPhone generasi pertama. Tahun 2008, sistem Android mulai hadir ke dunia. Blackberry yang sebenarnya sudah hadir sejak tahun 2000, meraih sukses global dengan BlackBerry 8520 Gemini di tahun 2009.

Ketiga hal itu bisa dibilang sebagai para pembunuh Nokia. Tahun 2008, tanda-tanda kurang baik mulai tampak. Profit Nokia turun sampai 30%, sedangkan di sisi lain penjualan iPhone naik 330%. Tahun 2009, Nokia bahkan PHK 1.700 karyawan di seluruh dunia.

Android pun lambat laun membesar, didukung oleh produsen besar seperti Samsung, HTC dan LG. BlackBerry pun berhasil menciptakan basis konsumen yang kuat dengan keunggulan aplikasi pesan BlackBerry Messenger. Semua orang tergila-gila pada BlackBerry saat itu.

Nokia bukannya tidak melawan balik. Mereka melahirkan sejumlah produk untuk melawan persaingan. Salah satu yang paling sukses adalah Nokia 5800 Xpress Music. Namun walau laku 8 juta unit, pengalaman layar sentuhnya tidak memuaskan.

Nokia pun mengganti manajemen. Pada September 2010, mantan eksekutif Microsoft yaitu Stephen Elop masuk menjadi CEO Nokia dengan misi sangat berat yaitu membangkitkan Nokia. Dia mematikan Symbian dan memilih memakai OS Windows Phone di lini smartphone Nokia.

Namun langkahnya dipertanyakan, kenapa tidak memakai OS Android yang makin populer saat itu. Tapi Elop kekeuh, alasannya dia menginginkan integrasi Lumia 920 dengan Windows PC atau Xbox. Jika beralih ke Android, menurut dia Nokia sudah terlambat dengan yang lain. Alhasil, Nokia semakin terpuruk.

Nokia tetap tidak mampu berbuat banyak walau sudah mengadopsi Windows Phone dan berusaha tetap inovatif di deretan ponsel barunya. Puncaknya Nokia akhirnya dibeli Microsoft akhir 2014 lalu dengan harga terhitung murah, di kisaran USD 7 miliar.

Sungguh sebuah akhir yang cukup tragis untuk mantan raja ponsel dunia. Bahkan di bawah Microsoft, Nokia tetap kepayahan. Ujungnya, divisi ponsel dan merek Nokia di Microsoft ditutup.

Sampai akhirnya, HMD Global memegang lisensi Nokia dan kembali menjual ponsel merek itu. Saat ini, performa mereka cukup lumayan. Nokia kini hadir sepenuhnya dengan Android.

Kisah Nokia menjadi pelajaran dalam dunia teknologi. Sehebat apapun perusahaan, teknologi selalu berkembang dan pelaku dituntut untuk cepat beradaptasi. Karena, pemain baru dengan inovasi yang lebih baik, bisa mengalahkan raksasa sekalipun.

(fay/afr)