Kemendikbud Luruskan Isu Laptop Rp 10 Juta untuk Pelajar

Kemendikbud Luruskan Isu Laptop Rp 10 Juta untuk Pelajar

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 29 Jul 2021 14:37 WIB
Sejumlah anak belajar secara daring di rumahnya kawasan Sunter Agung, Jakut. Sistem daring ini telah berjalan 1,5 tahun karena pandemi COVID-19 belum usai.
Siswa belajar online dengan laptop (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Kemendikbudristek meluruskan soal program laptop untuk pelajar. Harga yang beredar bukan laptop semata, namun termasuk aksesoris pendukungnya.

Sebelumnya dalam pernyataannya, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pemerintah mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop untuk sekolah. Tentu informasi ini membuat publik berhitung harga laptop per unitnya.

detikINET pun mendalami informasi ini kepada Karo Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri. Samsuri mengatakan itu adalah paket teknologi informasi komunikasi (TIK). Harga yang diungkapkan bukan cuma laptop, tapi juga termasuk perangkat pendukungnya.

"Di tahun 2021 akan ada 242.565 paket TIK dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk 15.656 sekolah. Peralatan TIK ini bukan cuma laptop, tapi juga antara lain router, connector, printer dan scanner," kata Samsuri kepada detikINET, Kamis (29/7/2021).

Pengadaan peralatan TIK ini diambil dari vendor di dalam negeri yang memenuhi persyaratan TKDN. Jumlah unit yang diterima tiap sekolah akan berbeda bergantung usulannya mulai dari level SD, SMP, SMA, SMK, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Soal harga nggak bisa dipukul rata Rp 10 juta tadi. Nanti bagaimana masing-masing daerah bernegosiasi karena prosesnya akuntabel dan transparan sesuai prosedur LKPP. Tiap vendor terdaftar dalam e-katalog," kata dia.

Samsuri mengatakan anggaran Rp 2,4 triliun yang disampaikan Nadiem adalah anggaran pusat yang ditransfer ke daerah. Nanti lalu pemda-pemda belanja kebutuhan laptop sekolahnya di e-katalog dari para vendor yang terdaftar.

"Jumlah paket TIK-nya, jumlahnya harus sesuai alokasi dalam DAK Fisik yang diterima Pemda. Lalu pemda negosiasi di e-katalog barang dan harganya," pungkasnya.



Simak Video "Komisi X DPR Minta Kemendikbudristek Gandeng KPK soal Pengadaan Laptop Rp 2,4 T"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)