Laptop Merah Putih Beri Dampak Positif bagi Sekolah & Bisnis Vendor Lokal

Laptop Merah Putih Beri Dampak Positif bagi Sekolah & Bisnis Vendor Lokal

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 26 Jul 2021 18:45 WIB
Shocked and surprised boy on the internet with laptop computer concept for amazement, astonishment, making a mistake, stunned and speechless or seeing something he shouldnt see
Ilustrasi. Foto: iStock
Jakarta -

Rencana pemerintah menggelontorkan Rp 17 triliun hingga tahun 2024 yang salah satunya untuk program Laptop Merah Putih akan memberikan dampak positif. Tidak hanya bagi siswa dan sekolah, tapi juga vendor laptop dalam negeri (lokal).

Demikian diutarakan pengamat gadget Lucky Sebastian. Saat ini pasar laptop sudah disesaki oleh banyak brand, baik lokal maupun global.

Selain itu harga yang ditawarkan vendor global makin terjangkau. Kondisi ini bikin vendor lokal jadi sulit bersaing sehingga lebih melakukan penjualan secara B2B dan jarang menjual langsung ke konsumen.

"Di negera maju, sekolah-sekolah sudah biasa pakai laptop atau Chromebook. Pemerintah kita kelihatannya ingin kita bisa seperti itu, tapi upaya tersebut sekaligus digunakan untuk memajukan brand lokal, jadi bagus sih (programnya)," kata Lucky saat dihubungi detikINET, Senin (26/7/2021).

Lucky lanjut mengungkap beberapa tahun lalu brand lokal sudah punya tempat di masyarakat karena harganya terjangkau dari vendor luar. Sehingga memberikan alternatif bagi konsumen yang budgetnya terbatas.

Tapi belakangan harga tidak selisih jauh, sehingga membuat pabrikan laptop dalam negeri harus bersaing keras menghadapi vendor global.

Belum lagi nanti jika brand-brand China melakukan ekspansi ke Indonesia dengan harga bersaing. Jadi sudah sewajarnya pemerintah membantu brand dalam negeri dengan memberikan subsidi agar mereka bisa berkembang.

"Kalau tidak disubsidi, langsung disuruh fight, susah kelihatannya untuk bisa maju. Sampai brand lokal bisa menemukan bentuknya atau racikan yang pas untuk digunakan di Indonesia butuh waktu dan pemerintah harus ikut turun tangan, misalnya dikasih arahan, dibantu mempermudah segala izin," terang Lucky.

Tapi memang ada anggapan yang hingga kini masih membebani industri laptop lokal. Para vendor dalam negeri dicap inferior atau lebih rendah kualitasnya dibandingkan pabrikan global.

Memang tidak dipungkiri brand lokal kalah di marketing dan eksposur sehingga membuat masyarakat jarang menggunakan produk mereka. Lucky berharap program yang dicanangkan pemerintah dapat mengatasi masalah tadi.

"Vendor lokal harus bisa membuktikan bahwa produk mereka memang bagus dan sesuai harganya. Kalau produk lokal makin bagus kualitasnya, tentu masyarakat akan semakin makin percaya sehingga pasarnya akan semakin melebar," ujar Lucky.



Simak Video "Komisi X DPR Minta Kemendikbudristek Gandeng KPK soal Pengadaan Laptop Rp 2,4 T"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)