Bukan Hanya iPod yang Ganggu Kesehatan Telinga
- detikInet
Jakarta -
Survei membuktikan, penggunaan pemutar musik digital secara berlebihan bisa menjadi awal gangguan pendengaran. Jadi, bukan hanya iPod yang bikin 'budheg'. Dari 1000 responden, ditemukan lebih dari setengah siswa sekolah di AS mempunyai sedikitnya satu gejala gangguan pendengaran. Hal ini kemungkinan diakibatkan dari meningkatnya penggunaan pemutar musik portabel dan produk sejenis. Demikian diungkapkan American Speech-Language-Hearing-Association (ASHA).Dua dari lima siswa dan orang dewasa mendengarkan musik dari pemutar mp3 nya dengan volume yang tinggi. Kurang dari 30 persen pengguna menggunakan earphone yang tidak menggunakan busa sebagai penyaring suara, dan sebagaian besar pengguna mendengarkan musik selama 1 hingga 4 jam setiap harinya. Demikian diungkapkan ASHA yang dikutip detikINET dari InformationWeek, Kamis (16/03/2006)."Semakin keras dan semakin lama mendengarkan bukanlah jalan terbaik dalam menggunakan produk jenis ini," Brenda Lonbury - Martin, ketua ilmu pengetahuan dan riset ASHA menghimbau. Bukan Hanya iPodRiset ini juga dilakukan sebagai suatu tindakan menanggapi tuntutan seorang pria asal Louisiana, Amerika Serikat (AS), John Kiel Patterson kepada Apple Computer Inc. Februari 2006 silam.Dari hasil survei ASHA, iPod bukanlah satu-satunya alat yang bisa menghasilkan kerusakan ini. Perangkat elektronik lain juga mempunyai kemungkinan yang sama, bila volume yang dipasang terlalu berlebihan untuk bisa diterima telinga.ASHA tetap menghimbau para pengguna alat portabel untuk menurunkan volumenya pada saat mendengarkan musik. Selain itu, pengguna sebaiknya memakai earphone yang mampu menghadang suara yang bisa merusak pendengaran. (amz/wsh)
(wicak/)