Xiaomi dan Infinix Bertengkar, Ini Kata Pengamat - Halaman 2

Xiaomi dan Infinix Bertengkar, Ini Kata Pengamat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 04 Jun 2021 20:10 WIB
Xiaomi vs Infinix
Foto: Instagram

Terkait etika periklanan, Lucky pun menyebutkan kalau di Indonesia perbandingan semacam ini memang tak dibolehkan di Indonesia.

"Misal minuman, jumlah lebih banyak, harga lebih murah. Ini langsung menohok dan membuat pengertian langsung kepada konsumen, tapi itu mungkin berlaku di negara lain, misal kita lihat di Amerika (Serikat)," ujar Lucky saat dihubungi detikINET.

Namun etika dan aturan periklanan di Indonesia sebenarnya melarang adanya perbandingan antara satu produk dengan produk kompetitornya.

"Iklan Microsoft vs Apple, Apple vs Samsung, dll, bebas-bebas saja, karena tidak ada peraturan yang melarangnya, dan lawan tinggal memberi tanggapan atau counter attack. Tapi di Indonesia berbeda," lanjutnya.

Aturan yang dimaksud itu tercantum dalam Tata Krama dan Tata Cara periklanan Indonesia, yang berbunyi: 'Iklan harus dijiwai oleh asas persaingan yang sehat. Perbandingan tidak langsung harus didasarkan pada kriteria yang tidak menyesatkan konsumen'.

Tidak sepantasnya dilakukan bos besar

Lucky pun mengomentari langkah Alvin, yang merupakan Country Director Xiaomi Indonesia, alias bos besar Xiaomi di Indonesia. Meski sebenarnya ia bisa mengerti alasan Alvin saat memprotes postingan Infinix tersebut, menurutnya hal tersebut tak pantas ia lakukan.

"Sebagai pimpinan paling tinggi, Alvin Tse ini saya mengerti ingin menyelesaikannya segera, karena ia menguasai produk, pengetahuannya sangat bagus, dan orangnya to the point," jelas Lucky.

"Tapi memang seharusnya sebagai country director, Alvin terlalu tinggi untuk mengomentari hal ini, harusnya menyerahkannya kepada team PR-nya (public relation-red). Tapi ya mungkin itu butuh waktu untuk mendelegasikan dan membahas, mungkin Alvin tidak ingin momennya lewat dan banyak orang terpapar info yang menurutnya tidak benar," tutup Lucky.

(asj/asj)