Nasib Smartphone Lokal di Tengah Serbuan HP Baru

Nasib Smartphone Lokal di Tengah Serbuan HP Baru

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 04 Apr 2021 13:11 WIB
Advan G3 Pro
Ponsel Advan. Foto: Faidah Umu Safuroh
Jakarta -

Advan, Evercoss, Mito, Polytron, Axioo, maupun Zyrex adalah deretan vendor ponsel dalam negeri. Mereka tak sedikit menghiasi display toko elektronik dan dipakai masyarakat ketika era ponsel mulai booming.

Seiring berjalannya waktu diikuti dengan canggihnya teknologi yang disematkan di smartphone, nama-nama produsen HP lokal itu secara perlahan tidak terlihat lagi. Hanya Advan terus beranjak, meskipun Advan tidak lagi menghuni lima besar pasar ponsel Indonesia sejak pertengahan 2019.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akhir 2020, masyarakat Indonesia banyak memakai HP China.

Dari data ini, per kuartal II 2020, Samsung jadi merek ponsel yang paling banyak digunakan dengan persentase 35,2%. Namun secara keseluruhan, HP China mendominasi pasar.

Sejumlah HP China yang populer digunakan yakni Oppo, Xiaomi, Vivo, Asus, Realme, dan Lenovo. Jika digabungkan, persentase semua brand asal China ini menempati porsi sekitar 52%. Di luar itu, iPhone Apple menempati porsi 3,4%, Advan 1,2%, Nokia 1,0%, dan merek lainnya berkontribusi sebesar 3,3%.

Pemain Global Masuk Kampung

Pengamat gadget Lucky Sebastian menjelaskan bahwa beberapa tahun belakangan vendor lokal masih bisa menjanjikan dan merebut celah pasar di daerah, di mana pemain seperti Samsung, Oppo, ataupun Vivo belum menjangkau area tersebut.

Namun seiring pemasaran offline, semakin merambah ke segmen tersebut yang pada akhirnya vendor besar, terutama yang berasal dari China, akhirnya merebut pasar lokal di daerah.

"Kehadiran penjualan online yang semakin dikenal masyarakat, termasuk di daerah, memperkuat brand-brand yang matang untuk menjadi pilihan dari konsumen yang dulunya setia dengan ponsel lokal," ucapnya.

Dulu, dikatakan Lucky, HP dalam negeri memberikan perbedaan dengan menawarkan harga smartphone yang lebih kompetitif, yang mana itu cocok untuk konsumen menengah ke bawah.

"Tapi, sekarang pasar mid to low itu justru sedang diperebutkan semua vendor, sebab memang jadi pasar yang paling banyak konsumennya. Di sini ponsel lokal menjadi terdesak, harga yang kompetitif pun disaingi oleh vendor-vendor besar," tutur Lucky.

>>>>> Halaman berikutnya soal inovasi dan aturan pemerintah terhadap vendor ponsel dalam negeri