Uji RFID
Dua Sukarelawan Ditanamkan Chip RFID
- detikInet
Jakarta -
Sebuah chip silikon berukuran mungil telah ditanamkan kedalam tubuh dua pekerja yang secara sukarela ingin membantu pengujian teknologi pengenalan perangkat keamanan perusahaan.Sebenarnya pada 2004, kantor jaksa agung Meksiko telah menanamkan chip Radio Frequency Identification (RFID) pada karyawannya untuk membatasi akses area penting.Tetapi CityWatcher.com, perusahaan keamanan asal Amerika yakin mereka merupakan pengguna pertama teknologi ini untuk manusia dalam negara tersebut. Sean Darks, Chief Executive perusahaan tersebut, juga memiliki satu chip yang tertanam dalam tubuhnya."Saya juga memiliki satu chip. Saya tidak ingin meminta seseorang melakukan hal yang saya sendiri belum pernah lakukan. Tidak ada karyawan saya yang dipaksa menanamkan chip tersebut untuk mempertahankan pekerjaannya," ujarnya dikutip detikINET dari ABCNews Selasa (14/2/2006).Menurut Darks, chip tersebut hanya seukuran beras dan dokter hanya menanamkannya dibawah kulit ari."Cara kerja mereka seperti kartu akses. Misalnya terdapat anda ingin membuka pintu, anda cukup menaruh tangan anda dibawahnya alat pembaca tersebut, kemudian setelah alat tersebut membaca kode akses, pintu tersebut kemudian terbuka," imbuhnya.Menurut Dark implan tersebut tidak dapat digunakan untuk melacak gerakan seseorang. "Chip ini merupakan chip pasif. Mereka tidak memancarkan sinyal, dimana cara kerjanya sama dengan teknologi keycard," ujarnya.Chip tersebut nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi seseorang dimana data dan gambarnya akan disimpan kepolisian.
(ien/)