Poco X3 NFC Disebut 'The Real Mid-Range Killer', Alasannya?

Poco X3 NFC Disebut 'The Real Mid-Range Killer', Alasannya?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 15 Okt 2020 22:05 WIB
Unboxing Poco X3 NFC
Poco X3 NFC Disebut 'The Real Mid-Range Killer'(Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati)
Jakarta -

Poco X3 NFC diklaim sebagai ponsel 'The Real Mid-Range Killer', yang disebut bakal mengganggu pasar ponsel kelas menengah. Apa alasannya ya?

Menurut Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse, Poco sejak awal memang punya kebebasan sebagai sebuah brand tersendiri. Kebebasan yang dimaksud oleh Alvin ini adalah Poco tak terikat dengan target finansial dari induknya.

"Yang mau dilakukan oleh Poco adalah, dengan dukungan Xiaomi, punya kebebasan untuk mempromosikan hal berbeda. Poco juga tak harus memenuhi target finansial, jadi Poco akan selalu disruptif," ujar Alvin dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/10/2020).

Hal itulah yang membuat Poco bisa memberikan spesifikasi lebih tinggi untuk Poco X3 NFC dibanding pesaingnya dengan harga yang relatif sama. Alvin juga menjanjikan bahwa X3 NFC ini akan menjadi produk yang mengisi celah di antara produk overprice di kelas menengah.

Produk overprice yang dimaksud oleh Alvin ini menurutnya dibuat oleh perusahaan yang mulai melupakan janji awalnya. Yaitu dengan meningkatkan harga produknya secara terus menerus.

Salah satu spesifikasi di Poco X3 NFC yang menarik adalah layar 120Hz, yang menurut Alvin biasanya hanya ada di ponsel flagship. Sementara di kelas menengah sampai saat ini hanya sampai 90Hz, yang menurutnya tak terlalu terasa perbedaannya dibanding 60Hz.

Layar ini dikombinasikan dengan System on a Chip (SoC) Snapdragon 732G yang disebut punya performa tinggi, lengkap dengan pendingin LiquidCool Technology 1.0 Plus, yang diklaim bisa mengurangi panas chip sampai enam derajat.

"Kami mencoba cara yang sama di kelas menengah (sama dengan F2 Pro di kelas flagship), yaitu dengan memakai Snapdragon 732G yang punya performa mengagumkan di kelas menengah. Bahkan Qualcomm menyebut SoC ini lebih cocok disebut sebagai SoC kelas atas, bukan menengah," tambahnya.



Simak Video "Xiaomi Produksi HP Pakai Robot, Gimana Nasib Karyawan?"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)