Pandemi Corona, Fitbit Kini Bikin Ventilator

Pandemi Corona, Fitbit Kini Bikin Ventilator

Josina - detikInet
Minggu, 17 Mei 2020 03:15 WIB
ventilator fitbit
Fitbit Bikin Ventilator Selama Pandemi. (Foto: Fitbit)
Jakarta -

Fitbit perusahaan yang membuat perangkat wearable dan layanan pelacak kebugaran, kini mengalihkan sementara produksinya untuk membuat ventilator selama pandemi COVID-19.

Dilansir detikINET dari CNBC CEO Fitbit James Park mengatakan akan mengirimkan teknologinya ke FDA (Food and Drug Administration) Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk dapat dipakai kepada pasien Corona.

Perusahaan pun akan bekerja sama dengan vendor asal Taiwan untuk produksi ventilatornya begitu FDA menyetujui permintaannya.

Dan tim Fitbit pun juga berkonsultasi dengan dokter, termasuk di Massachusetts General Brigham dan Oregon Health & Science University (OHSU).



"Ada banyak kekhawatiran tentang kekurangan ventilator dan kami menyadari kami sudah memiliki di sekitar rantai pasokan." Kata Park.

Ia melihat pada bulan Maret lalu saat terjadi gelombang pertama pasien COVID-19 di mana banyak yang mengalami pernapasan parah, dan beberapa negara bagian AS mengalami kesulitan karena kekurangan ventilator.

Meski ada beberapa penelitian medis baru-baru ini di mana mengatakan bahwa ventilator tidak terlalu efektif dalam mencegah kematian pada pasien virus Corona.

Namun kemungkinan terjadinya kasus bisa meningkat lagi di saat banyak negara sudah mulai melonggarkan aturan lockdown sehingga ada kemungkinan gelombang kedua bisa terjadi sehingga perminta ventilator mungkin dapat meningkat kembali.

Park mengatakan perusahaannya akan membuat ventilator untuk memenuhi tingkat permintaan baik di Amerika Serikat maupun di negara-negara di seluruh dunia.



"Saya pikir salah satu keuntungan bagi kami adalah kami memiliki infrastruktur dan kemampuan manufaktur. Kami menghasilkan 10 juta perangkat wearable pertahun dan kami berencana untuk meningkatkan itu untuk menghasilkan produk dengan volume berapapun yang dibutuhkan," jelas Park.

Park tidak menjelaskan bagaimana kemampuan ventilator tersebut, namun ika mengklaim ventilatornya itu akan dibuat dan didesain dengan teknologi paling canggih dan akan tersedia dengan harga lebih murah.



Simak Video "38 Daerah Berubah Status Jadi Zona Hijau, Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/asj)